BONE–Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Tanete Riattang, Bone. Sabtu (16/8/2025) pagi, ratusan prajurit Kodim 1407 Bone bersama aparat Polres Bone dan warga sekitar bahu-membahu membersihkan area makam dalam sebuah kerja bakti.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan malam renungan suci yang selalu digelar setiap peringatan hari kemerdekaan.

Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, tampak memimpin langsung jalannya kerja bakti. Ia bersama prajuritnya turun tangan melakukan kurvei, mencabut rumput liar, membersihkan area makam, hingga mengecat pagar dan batu nisan agar tampak rapi dan layak untuk momen sakral malam nanti.

“Sebentar malam akan dilaksanakan malam renungan suci. Sebelum itu, kami melaksanakan pembersihan dan pengecatan di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para senior, sesepuh, dan pejuang yang telah memberikan segalanya demi kemerdekaan,” ujarnya.

Laode menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah pengingat bagi generasi masa kini untuk tidak melupakan jasa para pahlawan. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan tanpa pamrih.
“Kita harus menghargai dan mengakui pengorbanan pahlawan. Tanpa mereka, mustahil kita bisa menikmati kemerdekaan dan pembangunan seperti sekarang,” tambahnya.

Gotong Royong dan Rasa Nasionalisme

Suasana kerja bakti di TMP terasa penuh kebersamaan. Prajurit TNI, aparat kepolisian, dan masyarakat bekerja berdampingan, menghidupkan kembali semangat gotong royong. Cat baru yang membalut pagar dan batu nisan menambah kesan khidmat, sekaligus menguatkan makna penghormatan.

Laode berharap aksi sederhana ini bisa membangkitkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan. “Semangat juang dan pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi bagi bangsa,” harapnya.

Kegiatan ini pun menuai apresiasi dari masyarakat sekitar. Rahman (45), salah seorang warga, mengaku bangga melihat prajurit turun langsung.
“Kami sangat menghargai kegiatan ini. Pahlawan harus terus dikenang jasanya, dan kerja bakti seperti ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah,” tuturnya.

Senada, Sitti (38), menilai kegiatan tersebut menumbuhkan semangat kebersamaan. “Melihat TNI ikut membersihkan makam pahlawan membuat kami juga merasa terpanggil. Apalagi ini menjelang HUT RI ke-80, semangat nasionalismenya jadi lebih terasa,” ujarnya.

Kerja bakti di TMP bukan hanya sekadar persiapan acara, tetapi juga pesan moral yang ingin ditanamkan: kemerdekaan adalah hasil dari pengorbanan, dan generasi kini punya kewajiban untuk menjaga serta mengisi dengan karya nyata. (*)