BONE–Kabupaten Bone mulai menata langkah sejak dini untuk menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo. Tak sekadar berbicara tentang kesiapan sebagai tuan rumah, Bone juga bertekad tampil kompetitif dengan menurunkan atlet-atlet terbaiknya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa Dispora bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bone akan melaksanakan tes fisik atlet secara menyeluruh sebagai dasar penentuan jumlah dan komposisi kontingen Bone.
“Tes fisik ini menjadi instrumen utama untuk menentukan atlet yang benar-benar siap mewakili Kabupaten Bone. Dari hasil tes tersebut, akan terlihat siapa yang layak masuk kontingen Porprov,” ujar H. A. Akbar.
Menurutnya, tahapan seleksi akan dilakukan secara berjenjang dan terukur. Tes awal dijadwalkan pada Februari 2026, sementara tes akhir akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Rentang waktu tersebut memberi ruang evaluasi sekaligus peningkatan performa atlet secara berkelanjutan.
Dispora Bone juga akan membentuk tim khusus tes fisik, yang tidak hanya melibatkan internal daerah, tetapi juga menggandeng unsur akademisi. Dalam pelaksanaannya, Dispora berencana bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone.
“Kerja sama ini kami lakukan agar penilaian lebih objektif dan berbasis keilmuan. Kita ingin seleksi atlet benar-benar terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pendekatan ilmiah dalam seleksi atlet ini menjadi sinyal keseriusan Bone dalam membangun prestasi olahraga yang berkelanjutan. Tidak hanya mengandalkan nama besar atau rekam jejak semata, tetapi juga kesiapan fisik dan potensi peningkatan performa ke depan.
Dengan langkah strategis ini, Kabupaten Bone berharap mampu menghadirkan kontingen yang tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga kuat secara kualitas, sekaligus mengangkat marwah daerah sebagai tuan rumah Porprov 2026. (*)



Tinggalkan Balasan