BONE – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Jl. Merdeka, Kota Watampone, Jumat (22/8/2025). Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, meresmikan Kantor/Sekretariat Dewan Pengurus Pusat Keluarga Wija Arumpone (DPP-KKWA). Peresmian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan emosional dan semangat persaudaraan antarwarga Bone, baik yang berdomisili di kampung halaman maupun di perantauan.

Sekretaris Jenderal DPP KKWA, Andi Irwansyah, menyampaikan bahwa kehadiran sekretariat ini tidak terlepas dari peran seluruh pengurus yang selalu memberikan andil besar dalam menjaga eksistensi organisasi.

Ketua Umum DPP KKWA, Andi Bau Saldi, menegaskan bahwa sekretariat ini bukan sekadar gedung, melainkan simbol kebersamaan. “Dengan adanya sekretariat, kita sudah memiliki pusat aktivitas. Tempat berkumpul, tempat membahas, dan menghidupkan kembali nilai kebersamaan. Bahkan, tempat ini yang dikenal sebagai Bola Subbie pernah menjadi saksi sejarah, tempat berkumpulnya para raja, termasuk saat Presiden Soekarno bertemu Raja A. Mappanyukki untuk bergabung dengan Indonesia. Di sinilah tempatnya,” ujarnya penuh makna.

Ia menambahkan, KKWA akan selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung kepemimpinan Bupati Bone.

Dalam sambutannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menekankan bahwa keberadaan DPP KKWA adalah gagasan besar untuk menjaga hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. “Pemerintah siap memberikan dukungan. Bahkan, saya sudah alokasikan anggaran di perubahan agar sekretariat ini benar-benar hidup dengan aktivitas. Ke depan, apa yang dirumuskan di tempat ini bisa menjadi pijakan bagi Bone,” ungkapnya.

Bupati juga berharap KKWA hadir tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga mitra kritis pemerintah daerah. “Jika memang kami khilaf, berikan kami saran. Kehadiran KKWA sangat penting untuk membantu kami membawa Bone ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan peresmian sekretariat DPP KKWA ini, masyarakat Bone kembali diingatkan pada warisan sejarah yang sarat makna, sekaligus membuka jalan baru bagi lahirnya ide-ide besar dalam membangun daerah. (*)