BONE — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menurunkan angka stunting kembali ditegaskan. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddinyang dikenal dengan tagline berAmal upaya percepatan penanganan stunting terus mendapat atensi khusus. Tekad menjadikan Bone sebagai daerah Zero Stunting bukan hanya wacana, tetapi digerakkan melalui langkah konkret lintas sektor.

Pada Jumat, 14 November 2025, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) mengumpulkan para camat, kepala puskesmas, serta instansi terkait. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Pj. Sekda Bone, H. Andi Saharuddin, didampingi Plt. Kadinkes drg. Yusuf Tolo, M.Kes., dan Kadis P2KB Andi Aswat, S.Sos., M.Si.

Suasana diskusi berlangsung intens dan penuh keseriusan, mencerminkan betapa pentingnya isu stunting dalam agenda pembangunan daerah. Plt. Kadinkes menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri. “Seluruh sektor harus bergerak bersama sebagaimana yang tertuang dalam SK Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Bone. Dengan demikian, intervensi spesifik dan sensitif dapat berjalan seiring,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa intervensi spesifik menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, dengan fokus pada penanganan langsung kepada ibu hamil, bayi balita, dan remaja putri. Mulai dari pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi, hingga penyediaan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Sementara itu, intervensi sensitif dipimpin oleh DP2KB bersama perangkat daerah lainnya. Intervensi ini menyasar aspek pendukung yang tak kalah krusial: ketersediaan air bersih, sanitasi layak, ketahanan pangan, pencegahan perkawinan dini, hingga penanggulangan kemiskinan. “Intervensi ini menyentuh faktor yang secara tidak langsung memengaruhi tumbuh kembang anak. Karenanya, seluruh pihak harus bergerak bersama,” jelasnya.

Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kehadiran sasaran di Posyandu Era Baru. Data hasil pengukuran dan skrining di posyandu menjadi dasar penyusunan intervensi spesifik dan sensitif setiap bulan. Dengan kata lain, kualitas data menjadi kunci keberhasilan penanganan.

Lebih jauh, bentuk sinergitas yang dikuatkan mencakup keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh OPD terkait. Setiap sasaran akan ditangani berdasarkan by address, yakni data spesifik lokasi yang diambil dari aplikasi Sigizi Terpadu. Data inilah yang akan menjadi panduan dalam menyusun langkah penyelesaian masalah stunting secara tepat sasaran.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis percepatan penurunan stunting dapat dicapai. Komitmen besar dari para pemangku kebijakan, ditambah dukungan masyarakat, menjadi modal kuat untuk mewujudkan generasi Bone yang sehat, kuat, dan bebas stunting. (*)