BONE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melakukan pengukuran perubahan sosial warga binaan melalui kegiatan wawancara indeks perubahan sosial yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA, Kamis (23/4).

Kegiatan yang digagas oleh Divisi Sosiolog Magang Hub Kemnaker Batch II ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan evaluasi pembinaan yang lebih terukur dan berbasis data.

Pelaksanaan diawali dengan penyampaian tujuan kepada warga binaan, yakni untuk menilai sejauh mana perkembangan sosial yang terjadi selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

Penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator utama, meliputi interaksi sosial, kepatuhan terhadap aturan, partisipasi dalam kegiatan pembinaan, serta kemampuan mengontrol emosi.

Selanjutnya, warga binaan mengikuti sesi wawancara yang dipadukan dengan pengisian kuesioner sebagai instrumen untuk menggambarkan perubahan perilaku secara lebih objektif.

Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika perkembangan warga binaan, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Kepala Lapas Watampone, Rahnianto, menegaskan bahwa evaluasi berbasis data sangat penting dalam memastikan keberhasilan program pembinaan.
“Dengan pengukuran yang terarah, kami dapat mengetahui perkembangan warga binaan secara lebih objektif, sehingga pembinaan yang diberikan dapat terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Ke depan, hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan serta mendukung proses perubahan positif warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat. (*)