BONE– Lautan manusia berbalut seragam biru memadati Lapangan Merdeka Watampone Minggu, 03 Mei 2026. Sekitar 5.700 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh penjuru Kabupaten Bone berkumpul, menghadirkan energi kebersamaan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Momentum itu terasa berbeda. Dinas Pendidikan Kabupaten Bone tidak hanya menggelar upacara seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang membumi dan menyatukan: Disdik Run sejauh 3 kilometer dan 5 kilometer. Ribuan peserta tampak antusias, mulai dari guru muda hingga tenaga pendidik senior, semua larut dalam semangat yang sama bergerak bersama untuk pendidikan.
Tepat di garis start, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Plt. Kadis Pendidikan Edy Saputra Syam, SSTP., MSi berdiri melepas para peserta. Dengan penuh semangat, ia mengibarkan tanda dimulainya lomba, disambut sorak dan tepuk tangan yang menggema di seluruh lapangan. Dalam sekejap, barisan panjang peserta mulai bergerak, mengalir seperti arus biru yang menyusuri rute yang telah ditentukan.
Namun kegiatan ini bukan sekadar lomba lari. Setelah garis finis dilalui, suasana kembali hidup dengan senam massal yang melibatkan siswa, guru, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Bone. Gerakan yang serempak, tawa yang lepas, dan kebersamaan yang terasa hangat menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.
Di sela kegiatan, pembagian doorprize dan penghargaan bagi para juara semakin menambah semarak acara. Wajah-wajah bahagia terpancar, bukan hanya karena hadiah, tetapi karena kebersamaan yang tercipta.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Dinas Pendidikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi simbol kuatnya solidaritas insan pendidikan di Bone.
“Ini bukan hanya tentang lari atau sehat bersama. Ini tentang kekompakan, kebersamaan, dan semangat untuk membangun pendidikan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama pendidikan tidak hanya terletak pada kurikulum dan fasilitas, tetapi juga pada soliditas para guru dan tenaga pendidik. Dengan kebersamaan yang terjaga, ia optimistis pendidikan di Kabupaten Bone akan terus berkembang dan semakin maju.
Lebih jauh, kegiatan Disdik Run juga menjadi ajakan untuk membudayakan hidup sehat di kalangan pendidik. Di tengah rutinitas yang padat, olahraga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebugaran fisik dan mental.
Hardiknas tahun ini di Bone pun terasa lebih hidup. Bukan hanya perayaan, tetapi juga pergerakan. Dari langkah-langkah kecil di lintasan lari, tersirat harapan besar bahwa pendidikan yang kuat lahir dari kebersamaan yang kokoh.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hardiknas tahun ini terasa berbeda karena adanya kolaborasi dengan pihak event organizer (EO) yang selama ini berkecimpung di dunia hiburan dan kreatif.
“Alhamdulillah di momentum Hardiknas kami menggandeng teman-teman EO seperti Lapanrita dan Bone Khoir. Mereka menginisiasi kegiatan Disdik Run sebagai upaya menggelorakan semangat hidup sehat, semangat berolahraga, dan semangat anti-mager,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep pelaksanaan tahun ini tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak luar untuk menghadirkan kegiatan yang lebih variatif dan meriah, khususnya dalam kegiatan non-APBD.
Mulai hari pelaksanaan, berbagai lomba sudah digelar, mencakup lomba olahraga, lomba akademik, hingga pameran pendidikan. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Ekspo Pendidikan yang menampilkan karya siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bone.
Pameran tersebut dipusatkan di Planet Cinema, yang juga menjadi mitra pelaksanaan kegiatan.
“Setiap kecamatan menampilkan hasil karya siswa-siswi mereka. Ini menjadi ruang kreativitas sekaligus apresiasi terhadap proses pembelajaran di sekolah,” tambah Edy Saputra Syam.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak Planet Cinema yang menyediakan lokasi, fasilitas, hingga dukungan hadiah bagi para peserta kegiatan.
“Kenapa di Planet Cinema? Karena mereka mampu menyiapkan tempat, dukungan, hingga hadiah. Kami di Disdik lebih fokus pada substansi kegiatan. Untuk teknis dan maintenance, itu sudah ditangani pihak mereka,” jelasnya.
Lebih jauh, Edy menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan saat ini harus dilakukan secara selektif dan terukur, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita harus pintar-pintar mengelola kegiatan. Jangan sampai niatnya baik, tapi justru menimbulkan masalah hukum. Karier kita juga masih panjang, jadi harus tetap berhati-hati,” ujarnya.
Rangkaian Hardiknas 2026 di Bone ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga ruang pembelajaran, ekspresi, dan penguatan karakter bagi peserta didik di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang. (*)


Tinggalkan Balasan