BONE — Suasana duka menyelimuti keluarga Kadehang Binti Mattangnga, warga Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Di tengah kesedihan atas kepergian salah seorang anggota keluarga, hadir Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan pada Selasa Malam, 01 September 2026.

Kehadiran Bupati di rumah duka bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan. Di tengah keluarga yang sedang kehilangan, kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian dan ungkapan duka cita atas berpulangnya salah seorang warga.

Bupati hadir bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone, Dr. H. Muslimin, SE., MM. Keduanya turut menyempatkan diri berbagi duka dengan keluarga serta mendoakan almarhumah.

Dalam suasana penuh haru tersebut, Bupati mengenang sosok Kadehang sebagai pribadi yang memiliki kepribadian baik dan dikenal dekat dengan masyarakat di lingkungannya.

Bagi Bupati, kenangan tentang almarhumah tidak berhenti pada hubungan sebagai seorang pemimpin daerah dengan masyarakat. Ada kesan personal yang melekat dari perjumpaan dan kedekatan selama almarhumah masih hidup.

Almarhumah, kata Bupati, merupakan sosok yang senantiasa menjaga hubungan silaturahmi dengan orang-orang di sekitarnya. Sikap ramah dan kepeduliannya kepada sesama menjadi bagian dari kepribadian yang membuat almarhumah dikenang oleh keluarga maupun masyarakat.

Yang juga membekas dalam ingatan Bupati adalah ketekunan almarhumah dalam menjalankan ibadah.

Kadehang dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan tekun membaca Al-Qur’an. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya sekaligus keteladanan yang meninggalkan kesan bagi orang-orang yang mengenalnya.

Di tengah kehilangan, kenangan tentang kebaikan semasa hidup itulah yang diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga.

Bupati menyampaikan bahwa kepergian almarhumah tentu meninggalkan kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Namun, kebaikan yang telah dilakukan selama hidup diharapkan menjadi amal jariyah dan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenalnya.

“Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” doa Bupati.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Bupati juga menyampaikan dukungan agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Takziah itu pun berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Tidak ada jarak antara pemimpin dan warga yang sedang berduka. Yang hadir adalah sesama manusia yang berbagi rasa kehilangan dan menguatkan satu sama lain.

Kehadiran Bupati Bone di rumah duka sekaligus memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam urusan pembangunan dan pelayanan publik, tetapi juga berusaha hadir dalam berbagai momentum kehidupan masyarakat.

Di saat suka maupun duka, kehadiran seorang pemimpin dapat menjadi sumber penguatan bagi warganya.

Bagi keluarga Kadehang Binti Mattangnga, kehadiran tersebut menjadi bagian dari perjalanan duka yang mereka lalui. Sementara bagi masyarakat Desa Mappesangka, momentum itu memperlihatkan bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat dibangun bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kepedulian dan silaturahmi.

Kepergian Kadehang meninggalkan kesedihan. Namun, kenangan tentang kebaikan, silaturahmi, ibadah, dan ketekunannya membaca Al-Qur’an diharapkan menjadi warisan yang terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat.

Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam melewati masa duka. (*)