BONE–Upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermakna kembali diwujudkan melalui pembukaan Program Life Skill Pendidikan Kesetaraan di PKBM Mawar Lappariaja, Kabupaten Bone. Kegiatan yang sarat makna ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd, pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Bertempat di PKBM Mawar Lappariaja, kegiatan pembukaan berlangsung sederhana namun penuh semangat. Kehadiran berbagai unsur pimpinan wilayah menegaskan dukungan lintas sektor terhadap penguatan pendidikan nonformal. Turut hadir perwakilan Tripika Kecamatan Lappariaja, di antaranya Camat Lappariaja, Kapolsek, Danramil, Pemilik Kesetaraan Kabupaten Bone, serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Hj. Andi Rasna menekankan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga pada pembentukan keterampilan hidup yang mampu menopang kemandirian peserta didik di tengah tantangan sosial dan ekonomi. Menurutnya, program Life Skill merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi pendidikan bagi anak tidak sekolah dan masyarakat yang belum terlayani pendidikan formal.
Sementara itu, Kepala PKBM Mawar Lappariaja, Abd. Makis, S.Pd, menjelaskan bahwa program pengembangan Life Skill ini merupakan bantuan pendidikan keterampilan (Life Skill) anak tidak sekolah bagi peserta didik nonformal/kesetaraan yang bersumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
“Terkhusus di PKBM Mawar Lappariaja, program Life Skill yang kami berikan difokuskan pada keterampilan yang dekat dengan potensi lokal dan peluang usaha,” ungkap Abd. Makis.
Ia merinci, keterampilan yang dikembangkan meliputi pembuatan kerajinan tangan dari tempurung kelapa, pembuatan gantungan kunci, serta pengolahan kripik pisang Cavendish. Ketiga jenis keterampilan tersebut dipilih karena mudah dipelajari, berbasis bahan lokal, serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta didik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat berwirausaha. Bagi peserta pendidikan kesetaraan, Life Skill menjadi bekal penting untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, PKBM Mawar Lappariaja kembali menegaskan perannya sebagai ruang belajar alternatif yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga memberdayakan, membuka peluang, dan menyalakan harapan bagi mereka yang pernah terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. (*)



Tinggalkan Balasan