BONE– Seusai memantau langsung lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Kecamatan Tonra, H. Andi Asman Sulaiman, meluangkan waktu menunaikan Shalat Jumat berjemaah di Masjid Besar Al-Manar, Desa Bulu Bulu, Kecamatan Tonra, Jumat (23/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu disambut hangat oleh jamaah dan masyarakat setempat, mencerminkan kedekatan pemimpin dengan warganya.

Di masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Tonra tersebut, suasana religius berpadu dengan semangat optimisme pembangunan. Usai menunaikan ibadah, Bupati Bone tidak langsung beranjak. Ia memilih berdiri di tengah-tengah masyarakat, menyapa, berbincang, sekaligus menyampaikan gambaran besar masa depan Tonra melalui rencana pembangunan Pelabuhan Peti Kemas.

Dengan bahasa yang sederhana dan penuh kehati-hatian, Bupati menjelaskan bahwa nilai investasi pembangunan pelabuhan tersebut mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Angka yang besar itu, menurutnya, menuntut dukungan dan penerimaan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal.

“Investasinya tidak sedikit. Karena itu, saya berharap masyarakat Tonra dapat menyambut baik pembangunan Pelabuhan Peti Kemas yang akan ditempatkan di Desa Bone Pute dan sekitarnya,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pelabuhan ini tidak hanya dirancang untuk kepentingan lokal atau regional. Kehadirannya diproyeksikan menjadi simpul logistik berskala nasional bahkan internasional, yang akan membuka akses alternatif bagi pelaku industri, pengelolaan sumber daya alam, serta pergerakan barang dan jasa dari dan ke Kabupaten Bone.

Namun, yang paling ditekankan Bupati adalah dampak sosial dari pembangunan tersebut. Ia menaruh harapan besar agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut ambil bagian sebagai pelaku utama.

“Kehadiran pelabuhan ini juga akan membuka peluang lapangan kerja bagi penduduk lokal. Pemerintah daerah sudah berkomitmen agar tenaga kerja lokal menjadi prioritas,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak para orang tua di Tonra untuk mulai mempersiapkan generasi muda sejak dini. Pendidikan, menurutnya, menjadi kunci agar anak-anak Bone mampu bersaing dan mengisi kebutuhan tenaga kerja, baik di bidang teknik maupun sektor pendukung lainnya yang akan tumbuh seiring beroperasinya pelabuhan.

Di bawah naungan Masjid Besar Al-Manar, pesan pembangunan itu disampaikan dengan nuansa religius dan kekeluargaan. Bagi masyarakat Tonra, momen tersebut bukan sekadar pertemuan usai Shalat Jumat, melainkan penanda bahwa pembangunan besar yang direncanakan pemerintah daerah tetap berpijak pada nilai kebersamaan, keimanan, dan keberpihakan pada rakyat. (*)