Bone – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa pelaksanaan program IP300 (Indeks Pertanaman 300) di lahan irigasi seluas 42 hektare di Kabupaten Bone berjalan dengan pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa program intensifikasi pertanaman padi ini tidak sekadar mengejar peningkatan produksi semata, melainkan harus memperhatikan keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

“Seluruh daerah irigasi yang masuk dalam program IP300 akan kami pastikan ditopang dengan sarana dan prasarana yang maksimal. Kita tidak boleh abai terhadap aspek keberlanjutan,” ujar Bupati Asman.

Program IP300 sendiri merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah musim tanam padi dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, terutama di daerah yang memiliki sistem irigasi teknis yang memadai. Kabupaten Bone menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertaniannya.

Bupati menjelaskan, pendekatan ramah lingkungan dalam IP300 mencakup seluruh tahapan mulai dari metode semai, pengolahan lahan, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil. Ia menekankan pentingnya penggunaan benih unggul, pengelolaan air secara efisien, pengurangan penggunaan pestisida kimia, serta adopsi teknologi pertanian modern yang minim dampak negatif terhadap lingkungan.

“Kita ingin memastikan petani kita tetap produktif tanpa merusak alam. Oleh karena itu, teknologi pertanian presisi, pupuk organik, dan pelatihan petani akan menjadi bagian integral dari program ini,” tambahnya.

Tak hanya soal produksi, pemerintah juga mengarahkan perhatian pada aspek pasca-panen dan pemasaran. Dengan sinergi antara dinas terkait, Bupati Asman ingin membuka akses pasar yang lebih luas dan stabil bagi petani Bone, sehingga hasil produksi bisa memberikan nilai tambah yang maksimal.

Langkah progresif ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga pelaku usaha agribisnis lokal. Harapannya, Kabupaten Bone dapat menjadi percontohan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

“Ini bukan hanya tentang menanam padi tiga kali setahun. Ini tentang masa depan pertanian Bone yang hijau, produktif, dan menyejahterakan,” tutup Bupati. (*)