BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. membuka secara langsung kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Helios, Kabupaten Bone, Kamis, 3 September 2026, dan diikuti para Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan serta operator pelayanan administrasi kependudukan dari 27 kecamatan di Kabupaten Bone.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bone, A. Saharuddin, S.STP., M.Si., dalam laporannya mengatakan, peserta Bimtek terdiri atas Kasi Pemerintahan Kecamatan dan operator pelayanan adminduk, dengan sedikitnya dua orang per kecamatan.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan dan petunjuk Bupati Bone yang sejak awal mendorong agar pelayanan administrasi kependudukan semakin dekat dan mudah diakses masyarakat di 27 kecamatan.

“Bimtek ini diinisiasi atas arahan dan petunjuk Bapak Bupati sendiri. Beliau selalu menginginkan pendekatan pelayanan di 27 kecamatan,” ujar Saharuddin.

Ia menjelaskan, pelayanan administrasi kependudukan merupakan bagian penting dalam berbagai kepentingan masyarakat, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga lingkungan masyarakat.

Karena itu, pelayanan adminduk menjadi salah satu perhatian Bupati Bone sejak awal masa pemerintahannya dan bahkan masuk dalam program 100 hari kerja.

Komitmen tersebut, kata Saharuddin, kemudian diwujudkan melalui penambahan titik pelayanan adminduk secara bertahap.

Pada tahun pertama pemerintahan, Pemkab Bone mengalokasikan anggaran untuk menambah lima titik perangkat pelayanan. Selanjutnya pada tahun kedua ditambah tujuh titik pelayanan. Penambahan kembali dilakukan melalui anggaran perubahan.

“Insya Allah, di tahun ini sampai akhir semester, kita sudah mampu menikmati pelayanan adminduk di 15 titik pelayanan,” katanya.

Saharuddin menilai kebijakan tersebut menunjukkan perhatian Bupati Bone terhadap pemerataan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pelosok dan perbatasan.

Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Tellu Limpoe dan Bontocani menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam menghadirkan pelayanan adminduk hingga ke wilayah perbukitan dan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Beliau merupakan birokrat ulung sebelum menjadi pimpinan tertinggi di Kabupaten Bone. Sehingga paham akan persoalan dan paham juga apa yang menjadi solusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saharuddin mengatakan pelaksanaan Bimtek juga didasari hasil masukan masyarakat dan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan Disdukcapil di sejumlah titik pelayanan.

Meski tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan adminduk mengalami peningkatan signifikan, masih terdapat aspek yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait etika dalam memberikan pelayanan.

Untuk itu, Disdukcapil Kabupaten Bone menghadirkan narasumber dari Sekretariat Negara, khususnya bidang keprotokoleran kepresidenan, Syafril Erawan.

Saharuddin menyebut Syafril Erawan merupakan Koordinator Keprotokoleran Seluruh Indonesia dan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai etika serta standar pelayanan.

“Biasanya narasumber seperti ini hanya sampai di level provinsi. Namun atas permintaan kami dan hubungan emosional yang baik, beliau berkenan hadir sampai di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengapresiasi Disdukcapil Kabupaten Bone yang telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Menurut Bupati, peningkatan kapasitas harus dilakukan sebelum evaluasi dan monitoring untuk melihat sejauh mana manfaat dan dampak program yang telah dilaksanakan.

“Jadi sebelum kegiatan evaluasi, ada peningkatan kapasitas. Ini sudah ditingkatkan, baru kita lakukan evaluasi dan monitoring, apakah ada manfaat, dampaknya seperti apa. Tentu kita harus belajar bersama,” kata Andi Asman.

Ia menekankan agar seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan serius dan penuh tanggung jawab. Pasalnya, kegiatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bone.

“Teman-teman semua melakukan dengan serius dan amanah, karena anggaran yang kita gunakan ini bersumber dari murni APBD. Uang masyarakat yang kita gunakan, sehingga kita harus menjaga kepercayaan,” tegasnya.

Bupati juga meminta para Kasi Pemerintahan dan operator SIAK yang mengikuti Bimtek benar-benar meningkatkan kemampuan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Yang harus kita tingkatkan kapasitasnya menjadi pintar, jangan menjadi biasa. Pasca pelatihan, bimbingan teknis ini, harus betul-betul meningkat, jangan menurun. Jadi kapasitasnya meningkat, bukan menurun,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati kemudian menguji pemahaman peserta dengan melontarkan pertanyaan mengenai pengertian administrasi kependudukan.

Ia bahkan memberikan hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi aparatur dan operator SIAK, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, tepat, ramah, dan semakin dekat dengan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bone. (*)