BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M secara resmi membuka Pelatihan Project-Based Learning (PBL) yang digelar oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone pada Rabu, 05 November 2025 di Aula Lateya Riduni.

Turut hadir, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Pj. Sekda Bone H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bantaeng Arsad, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone Andi Mukhlis, S.STP., M.Si, Kepala BLK Bone Muh. Kurniadi, S.Kom, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Bone Andi Habibie, ST., M.Si.
Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari dua instansi berbeda. Peserta dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengikuti Pelatihan Smart Farming, sedangkan peserta dari Dinas Perhubungan (Dishub) menjalani Pelatihan Smart Building. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi era digital yang terus berkembang, terutama dalam bidang pelayanan publik dan pengelolaan fasilitas kota.
Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, S.Ag, M.Pd menjelaskan bahwa Balai Pelatihan yang dipimpinnya menaungi tujuh kabupaten/kota di wilayah regional, termasuk Kabupaten Bone.
“BPVP Bantaeng adalah bagian dari 27 Balai Vokasi dan Produktivitas yang tersebar di seluruh Indonesia, dan tiga di antaranya berada di Sulawesi Selatan. Pelatihan yang kami lakukan berbasis reguler, sehingga masyarakat Bone dapat mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan. Banyak warga Bone sudah mengikuti berbagai pelatihan seperti Barista dan lainnya,” jelas Arsad.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap menyelenggarakan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat, pemerintah desa, maupun organisasi kepemudaan (OKP). Program pelatihan hari ini dianggap penting karena menekankan penguasaan teknologi digital.
“Digitalisasi terus berkembang, termasuk dalam pelayanan. Maka pelatihan berbasis digital seperti Smart Farming dan Smart Building ini merupakan bentuk inovasi dari Kementerian Ketenagakerjaan,” lanjutnya.
Selain itu, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Badan Gizi. Program itu diarahkan pada penguatan pengelolaan koperasi dan peningkatan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan pangan bergizi.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menekankan bahwa pelatihan tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan harus menghasilkan dampak nyata.
“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus diimplementasikan. Jangan sekadar menggugurkan kewajiban. Petugas pertamanan dari DLH dan petugas kelistrikan dari Dishub harus mampu menerapkan keterampilan yang dipelajari,” tegasnya.
Salah satunya adalah pelatihan bagi 7.000 keluarga miskin ekstrem agar berdaya secara ekonomi. Ia bahkan menargetkan pelatihan untuk petugas SPPG hingga cleaning service, sehingga siap bekerja ketika peluang tersedia.
“Tahun depan distribusi pakaian seragam gratis akan dijahit di Bone. Karena itu, SDM penjahit harus disiapkan di Bone. Kita akan bangun basecamp pelatihan dan produksi dengan alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga akan membangun kemitraan lintas sektor dengan perusahaan seperti Telkom dan Pabrik Gula untuk memastikan kesempatan kerja bagi peserta pelatihan.
“Kalau mereka butuh tenaga kerja, kita yang siapkan. Tapi tentu harus dilatih dan dibekali skill,” tandas Bupati.
Pelatihan PBL ini menunjukkan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bone dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, terampil, dan siap memasuki dunia kerja berbasis digital dan produktivitas tinggi. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam menciptakan transformasi ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan