BONE–Sebuah terobosan besar dalam sektor pertanian kini tengah berlangsung di Kabupaten Bone. Sebanyak 100 hektar lahan tidur di Desa Unra dan Desa Kajuara, Kecamatan Awangpone, kini telah disulap menjadi lahan produktif. Program ketahanan pangan ini diinisiasi oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, sebagai langkah nyata mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Bupati Bone menegaskan bahwa proyek ini didasarkan pada keprihatinannya terhadap banyaknya lahan potensial yang terbengkalai. Sementara di sisi lain, Presiden RI menargetkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Oleh karena itu, upaya menghidupkan kembali lahan tidur menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
“Kita support lokasi tersebut dengan bantuan bor celup arus listrik hemat, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk 27 kelompok tani di Bone utara yang kita berdayakan untuk sementara guna menggarap lahan ini,” ujar Bupati Bone.
Dengan fasilitas baru ini, petani tidak lagi mengalami kendala dalam hal pengairan, sehingga produktivitas lahan dapat lebih optimal. Sesuai dengan rencana, lahan tersebut akan ditanami jagung dan penanaman simbolis akan dilakukan langsung oleh Bupati Bone setelah kembali dari retret di Magelang.
Sebelum adanya program ini, lahan di Desa Unra dan Desa Kajuara dibiarkan terbengkalai tanpa pengelolaan yang optimal. Namun, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani, kini lahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan panen jagung yang melimpah.
Bupati Bone menargetkan bahwa dalam waktu dekat, 100 hektar lahan ini bisa menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Bone. Dengan produktivitas yang meningkat, kesejahteraan petani juga akan ikut terdongkrak.
“Kita ingin lahan ini benar-benar produktif. Jika dikelola dengan baik, tentu hasilnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Bone dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Sebagai salah satu kabupaten dengan potensi pertanian yang besar, Kabupaten Bone kini terus berupaya mengembangkan program-program inovatif guna mendukung sektor pertanian. Ke depan, proyek serupa diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain agar semakin banyak lahan yang bisa dimanfaatkan secara optimal, demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat di Indonesia. (*)



Tinggalkan Balasan