BONE– Perlahan namun pasti, wajah Kota Watampone terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, yang mengusung tagline BerAmal, pembangunan infrastruktur jalan kota menjadi salah satu prioritas utama. Akses yang dulu rusak, berlubang, dan memicu keluhan warga, kini satu per satu tersentuh hamparan aspal.

Sepanjang tahun anggaran berjalan, Pemerintah Kabupaten Bone mengerjakan 16 ruas jalan kota yang tersebar di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Barat melalui Bantuan Keuangan Provinsi. Total panjang jalan yang ditangani mencapai 13,47 kilometer, dengan total anggaran mencapai puluhan miliar. Angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas pusat kota dan kawasan permukiman.

Di Kecamatan Tanete Riattang, sejumlah ruas strategis seperti Jalan Andi Amir, Jalan Merdeka, Jalan Petta Ponggawae, Jalan Budi Utomo, Jalan Orde Baru, Jalan Karewang, Jalan Bhayangkara, Jalan Andalas, hingga Jalan Sungai Citarum kini tampil lebih representatif. Jalan-jalan tersebut bukan sekadar jalur lalu lintas, tetapi juga urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik warga Watampone.

Sementara itu, di wilayah Tanete Riattang Barat, pembangunan menyentuh kawasan permukiman padat melalui pengaspalan Jalan Gunung Kinabalu, Jalan Langsat, Jalan Durian, Jalan Mangga, Jalan Pepaya, Jalan Salak, hingga Jalan Bali. Kehadiran aspal baru di ruas-ruas ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas hingga meningkatnya kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Bagi warga, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Akses yang mulus mempermudah anak-anak berangkat sekolah, mempercepat distribusi barang dagangan, dan mendukung pergerakan ekonomi lokal.

Bupati Bone menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan kota akan terus berlanjut secara bertahap dan terukur. Prinsip pemerataan menjadi pijakan, agar seluruh wilayah kota merasakan manfaat pembangunan secara adil.

Dengan langkah ini, kepemimpinan BerAmal tak hanya meninggalkan jejak kebijakan, tetapi juga jejak aspal yang nyata menghubungkan harapan warga, memperlancar denyut kota, dan menguatkan Watampone sebagai pusat pertumbuhan Kabupaten Bone. (*)