BONE — Semangat membaca kembali bergema di jantung Kabupaten Bone pada Rabu,. Lapangan Epicentrum Bone berubah menjadi pusat perayaan budaya literasi saat Festival Literasi Kabupaten Bone Tahun 2025 resmi dibuka pada Rabu pagi. Ribuan pelajar, pegiat literasi, guru, hingga komunitas kreatif menyatu dalam satu ruang yang menghadirkan atmosfer belajar, berkarya, dan berbagi gagasan.

Festival literasi terbesar di Kabupaten Bone ini dihadiri oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone, Andi Musafir, Ketua Komisi IV DPRD Bone, A. Muh. Salam, serta perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Perpustakaan Bone yang telah membawa kabupaten ini tampil gemilang di tingkat provinsi hingga nasional. “Selamat kepada Dinas Perpustakaan yang berhasil membuat kegiatan pusat di daerah, kemudian membawa Kabupaten Bone juara tingkat provinsi dan nasional,” ujar Bupati Andi Asman.

Ia menegaskan bahwa penguatan literasi bukan sebatas seremoni tahunan, melainkan bagian penting dari visi pembangunan SDM unggul di Kabupaten Bone. Literasi, menurutnya, adalah fondasi perubahan dan kemajuan daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone, Andi Musafir, menyampaikan bahwa Festival Literasi 2025 mengusung tema besar “Literasi Kuat dalam Bingkai Bone Maberre.” Tema ini menggambarkan semangat membangun budaya baca sebagai pilar kemajuan masyarakat.

Festival ini juga merupakan pemanfaatan DAK nonfisik yang diarahkan menjadi wadah pengembangan minat baca dan penguatan kolaborasi antara komunitas literasi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

“Literasi adalah pintu menuju pengetahuan, kreativitas, dan budaya yang maju. Ini ruang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperkuat jejaring literasi di Kabupaten Bone,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin menekankan perlunya membangun ekosistem literasi yang hidup, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Ekosistem literasi bisa kita kembangkan di Bone. Pemerintah Kabupaten Bone akan mendukung penuh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa literasi Indonesia masih perlu ditingkatkan, mengingat minat baca nasional berada di posisi ke-60 dunia. Karena itu, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai formalitas semata, tetapi harus membawa dampak nyata bagi masa depan generasi Bone.

Wabup turut mendorong sinergitas lintas sektor Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Badan Litbang, serta lembaga terkait lainnya untuk membangun budaya literasi yang kuat.

Festival Literasi Bone 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan menarik seperti: Pameran buku, Bazar kuliner, Diskusi literasi, Ruang kreativitas anak, Panggung komunitas, Kolaborasi pegiat literasi, pelajar, dan mahasiswa

Momen ini juga menjadi ajang apresiasi bagi insan literasi. Pada kesempatan tersebut, diberikan penghargaan lomba perpustakaan tingkat Kabupaten Bone. Perpustakaan Mandiri Desa Bacu berhasil menjadi juara tingkat kabupaten, kemudian melaju sebagai juara tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan meraih Juara II Tingkat Nasional, sebuah pencapaian yang mengharumkan nama Bone di kancah nasional.

Dengan rangkaian kegiatan yang kaya dan dukungan kuat dari pemerintah daerah, Festival Literasi Bone 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bone untuk meneguhkan diri sebagai ikon literasi Sulawesi Selatan.

Semangat membaca, berkarya, dan belajar yang tumbuh dari festival ini diharapkan melahirkan inovasi baru, meningkatkan minat baca masyarakat, serta memperkuat komunitas literasi yang aktif dan menginspirasi.

Festival ini bukan hanya selebrasi, tetapi sebuah gerakan untuk membangun masa depan Bone yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya. (*)