BONE – Tahun ajaran baru 2025/2026 telah dimulai, harapan orang tua siswa baru di Kabupaten Bone menggantung pada satu hal: seragam sekolah gratis. Janji manis yang pernah diucapkan saat masa kampanye kini mulai mendekati kenyataan.

Setelah penantian panjang, pemerintah Kabupaten Bone akhirnya memastikan bahwa program seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP akan segera dilaksanakan. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bone, Anwar, SH., M.Si., M.H, pada Rabu (30/7/2025).

“Informasi yang kami peroleh dari Bapak Kadis Pendidikan Bone, bahwa saat ini masih tahap pengiriman barang dari penyedia,” jelas Anwar kepada wartawan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. A. Fajaruddin, M.M., menjelaskan bahwa kontrak pengadaan seragam telah ditandatangani sejak 17 Juni 2025. Namun, prosesnya memang tidak instan.

“APBD parsial baru disahkan pada bulan Mei, sehingga pengadaan baru bisa dimulai setelah itu. Apalagi jumlahnya cukup besar, sekitar 20.000 pasang seragam,” terangnya.

Seragam yang dimaksud mencakup satu set lengkap: putih-merah untuk SD dan putih-biru untuk SMP, termasuk atasan, bawahan, topi, dan dasi. Seluruh perlengkapan ini sedang dalam proses pengiriman dari penyedia, dan ditargetkan mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah pada bulan Agustus, sebelum batas kontrak berakhir 15 September 2025.

Program ini ditujukan khusus bagi siswa baru: kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Pemerintah Kabupaten Bone menekankan bahwa ini adalah salah satu program prioritas yang dilahirkan dari janji politik Bupati H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M.

Tujuan utama program ini sangat mulia: meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan bahwa setiap anak bisa bersekolah tanpa terhalang oleh persoalan biaya perlengkapan dasar.

“Kita ingin semua anak bisa bersekolah dengan rasa bangga dan percaya diri. Seragam bukan hanya pakaian, tapi simbol kesetaraan dan semangat belajar,” ucap Fajaruddin.

Keterlambatan distribusi sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Namun pemerintah mengimbau agar orang tua tetap tenang.

“Siswa baru tetap boleh menggunakan seragam lama untuk sementara. Bahkan siswa kelas 7 SMP bisa mengenakan seragam SD dulu,” tambah Fajaruddin.

Dengan proses pengadaan yang kini tengah berjalan dan target distribusi yang sudah jelas, masyarakat Kabupaten Bone hanya tinggal menunggu. Semua pihak berharap, program seragam gratis ini benar-benar menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat, terutama di saat yang paling dibutuhkan. (*)