Bone — Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung lahirnya wirausaha muda tangguh melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tampak jelas ketika Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi membuka Forum Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten (District Multi Stakeholder Forum) Tahun 2025 yang digelar di Aula Bappeda Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, Kamis (24/7/2025).
Hadir dalam forum tersebut Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Detia Tri Yunandar, S.P., M.Si., bersama unsur pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan lainnya.
Forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Fokus utamanya adalah mendukung keberlanjutan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), program yang menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi produktif di Bumi Arung Palakka.
Dalam sambutannya, Wabup Andi Akmal menegaskan pentingnya langkah nyata untuk mengokohkan pondasi ekonomi daerah.
“Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, kita memang perlu sedikit berkorban dan melakukan berbagai upaya perbaikan. Jangan hanya menunggu, tapi harus mulai dari sekarang. InsyaAllah, ini akan kita anggarkan dalam perencanaan tahun 2026,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran vital sektor perbankan dalam membuka akses pembiayaan bagi usaha muda. Kepala Cabang BRI Bone, kata Wabup, melaporkan tren positif: tabungan masyarakat meningkat sementara permintaan pinjaman menurun.
“Ini menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat kita mulai membaik. Aktivitas berjalan lancar, harga-harga stabil, dan tidak banyak gangguan berarti. Ini perkembangan positif yang patut disyukuri,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Detia Tri Yunandar, memaparkan capaian signifikan Program YESS di Kabupaten Bone. Dari 8.687 pelaku program, 25 orang telah meraih hibah kompetitif senilai total Rp6,875 miliar. Tidak hanya itu, 98 peserta menjalani magang, bahkan satu di antaranya menimba ilmu di luar negeri. Dalam akses pembiayaan, 893 pelaku usaha muda berhasil memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp29,885 miliar.
Dr. Detia menekankan bahwa Program YESS, yang dijalankan atas kerja sama Kementerian Pertanian dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) sejak lima tahun lalu, terbukti berhasil.
“Alhamdulillah, hasil review menunjukkan program ini berhasil dan akan diperpanjang. Namun, implementasi ke depan akan diperluas ke wilayah lain agar dampaknya lebih luas dan dapat direplikasi di berbagai negara berkembang,” jelasnya.
Keberlanjutan program pun menjadi perhatian utama. Dr. Detia menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis dengan koperasi dan UMKM agar manfaat program bisa terus mengalir ke lebih banyak lapisan masyarakat.
Lewat forum ini, pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan, hingga mitra pembangunan berikrar untuk terus bergandeng tangan mendukung generasi muda Bone: agar tumbuh menjadi wirausaha mandiri, kreatif, dan siap membawa daerahnya semakin maju. (*)



Tinggalkan Balasan