BONE – Langit Watampone cerah pada pagi Selasa, 10 Juni 2025. Di halaman Masjid Agung Al Ma’Arif, Jl. Ahmad Yani, suasana khidmat dan haru menyatu dalam rangkaian Penamatan dan Tasyakuran Siswa Kelas IX MTsN 1 Bone, Angkatan ASTRAVENA 25. Namun ada satu momen yang mencuri perhatian lebih dari sekadar seremoni perpisahan sekolah: tampilnya Andi Tri Suci Caesar Putri AS, Ketua OSIM MTsN 1 Bone, sebagai dirigen lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dengan langkah pasti dan sikap penuh percaya diri, remaja yang tak lain adalah putri Bupati Bone itu berdiri tegak di hadapan ratusan pasang mata. Gaun seragam OSIM-nya berpadu dengan gerakan tangan yang tegas namun elegan, memandu seluruh peserta dan undangan menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat. Momentum tersebut bukan hanya simbol patriotisme, tapi juga wujud kematangan dan kepemimpinan dari seorang pelajar yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan dan pengabdian.

Acara yang berlangsung dengan khidmat itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kabupaten Bone. Di antaranya Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM, Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Abdul Rafik, S.Pd., M.Pd., Anggota DPRD Bone A. Muh. Salam (Lilo.Ak), serta Kadis Perikanan Drs. H. Alimuddin Massappa. Turut hadir pula Kepala MTsN 1 Bone H. Ambo Asse, S.Pd., M.Pd, para guru, orang tua, dan para tamu undangan lainnya.

Kehadiran Andi Tri Suci Caesar Putri AS bukan hanya sebagai simbol keluarga besar pemimpin daerah, melainkan sebagai representasi pelajar berprestasi dan pemimpin muda yang tumbuh dari lingkungan madrasah. Kiprahnya sebagai Ketua OSIM menunjukkan bahwa kepemimpinan bisa ditanamkan sejak dini, dengan karakter yang kuat dan kepribadian yang rendah hati.

“Penampilan Caesar sebagai dirigen tadi sangat membanggakan. Ia tidak hanya memimpin lagu dengan baik, tapi juga mencerminkan karakter pelajar madrasah yang unggul,” ujar salah satu guru MTsN 1 Bone dengan bangga.

Angkatan ASTRAVENA 25 akan dikenang bukan hanya sebagai generasi yang menyelesaikan pendidikan di tengah semangat kebersamaan, tapi juga sebagai saksi atas tampilnya figur inspiratif dari lingkungan mereka sendiri. Dan untuk Andi Tri Suci Caesar Putri AS, pagi itu adalah panggung kecil menuju perjalanan besar yang menanti di masa depan. (*)