BONE–Rabu, April 2025 bertempat ruang rapat Bappeda Kabupaten Bone terasa lebih hangat dari biasanya. Di balik layar pertemuan daring, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, duduk tegak mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Bukan sekadar rakor rutin, ini adalah pertemuan strategis demi masa depan generasi Bone dan Sulsel secara keseluruhan.
Dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel, Hj. Fatmawati Rusdi, rapat tersebut menjadi ajang refleksi dan evaluasi bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Wagub Fatmawati memberikan apresiasi atas kerja keras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di berbagai daerah. Kabupaten Pinrang, misalnya, disebut sebagai contoh nyata dari konsistensi dan komitmen dalam menekan angka stunting.
Namun, apresiasi itu tak lantas membuat para pemangku kebijakan merasa cukup. “Upaya kita belum selesai. Kerja kolaboratif harus terus digalakkan demi Sulsel bebas stunting,” tegas Hj. Fatmawati Rusdi, menegaskan pentingnya keberlanjutan dan sinergi antarlembaga.
Menyambut ajakan tersebut, Wabup Bone, Andi Akmal Pasluddin, dengan mantap menyuarakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, ia menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah siap bekerja bahu-membahu.
“Stunting bukan hanya tentang tubuh yang pendek, tapi juga menyangkut mental dan kecerdasan anak-anak kita. Ini adalah tanggung jawab besar kita bersama, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Wabup Akmal, penuh semangat.
Tak hanya berhenti pada komitmen lisan, Pemkab Bone telah menyiapkan langkah-langkah konkret. Mulai dari memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas edukasi kepada masyarakat, hingga merumuskan strategi baru yang adaptif berbasis data dan praktik baik dari wilayah dengan angka stunting terendah.
“Bupati Bone telah menginstruksikan seluruh OPD yang tergabung dalam TPPS untuk memperkuat sinergi, bekerja keras, dan tampil aktif dalam menanggulangi stunting,” lanjut Wabup.
Pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Bone kini bukan lagi hanya agenda pemerintah, melainkan telah menjadi gerakan kolektif. Dalam rapat tersebut, turut hadir Plt Kadis Kesehatan Bone, Kepala BKKBN Bone, jajaran Bappeda, serta seluruh anggota TPPS dan Satgas Stunting Kabupaten Bone—semua duduk bersama, berdiskusi, dan mencari pola terbaik demi menurunkan prevalensi stunting secara menyeluruh.
Wabup Akmal tak lupa mengingatkan bahwa menurunkan angka stunting bukanlah pekerjaan semalam. Ia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan kualitas generasi mendatang.
“Kami yakin, dengan kerja keras dan sinergitas dari seluruh pihak, kita dapat mewujudkan generasi Kabupaten Bone yang sehat, cerdas, dan tangguh sebagai bagian dari bonus demografi Indonesia,” tutupnya penuh optimisme.
Dalam era di mana statistik dan target sering kali menjadi fokus utama, Pemkab Bone memilih untuk menaruh perhatian pada sisi manusianya—anak-anak, keluarga, dan masa depan yang lebih baik. Karena di balik setiap angka stunting yang turun, ada cerita kehidupan yang berubah. (*)



Tinggalkan Balasan