BONE–Penataan pasar tradisional menjadi perhatian serius Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Dua pasar utama, yaitu Pasar Bajoe dan Pasar Palakka, masih terlihat semrawut, terutama dalam hal pengelolaan sampah yang belum tertangani dengan baik oleh para pedagang.
Selain masalah kebersihan, kondisi infrastruktur jalan menuju kedua pasar tersebut juga menjadi sorotan. Tak ingin berlama-lama, Bupati Bone langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bone, H. Askar, ST, untuk segera mengambil tindakan.
“Kami ingin agar pasar tradisional di Bone lebih tertata, tidak hanya dalam hal kebersihan, tetapi juga akses jalannya. Saya sudah meminta Kadis PUPR untuk segera menindaklanjuti ini,” ujar Bupati Bone.
Menanggapi arahan tersebut, H. Askar, ST mengaku telah melakukan pengukuran jalan yang akan diperbaiki. “Kami sudah turun ke lapangan dan melakukan pengukuran. Di Pasar Palakka, ada sekitar 1,3 km jalan yang perlu pengaspalan. Begitu juga dengan Pasar Bajoe,” ungkapnya.
Selain dua pasar tersebut, perhatian juga diberikan pada jalan poros menuju Kantor DPRD Bone. Jalan sepanjang 1,3 km dengan lebar 12 meter ini akan menjadi prioritas penanganan ke depan.
Dengan langkah cepat yang diambil oleh pemerintah daerah, diharapkan penataan pasar dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, serta memperbaiki wajah kota yang lebih tertata dan bersih. (*)



Tinggalkan Balasan