BONE–Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mengawali pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional sebagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas pangan di daerah. Didampingi oleh Dandim 1407/Bone, Pj. Sekda Bone, serta jajaran OPD terkait, Bupati meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kita mau ada intervensi, terutama pada 13 komoditas pangan strategis. Kita cek langsung kebutuhan mendasar masyarakat, seperti cabai, telur, ikan, dan sayur yang selama ini banyak terdistribusi dari luar daerah. Ini harus kita intervensi,” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya kemandirian pangan dan tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar. Ia menginstruksikan seluruh kecamatan untuk aktif memantau harga pasar serta mengoptimalkan distribusi silang antar daerah dalam Kabupaten Bone. Salah satu fokus utama adalah pendistribusian gula pasir, mengingat Bone memiliki pabrik gula yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya budidaya bawang merah dan bawang putih agar ketersediaan stok tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan harga ketika permintaan meningkat. “Jangan sampai permintaan tinggi baru stok rendah. Kita harus mulai semai dan budidaya secara mandiri,” ujarnya.
Daging ayam dan daging sapi juga menjadi perhatian khusus dalam pemantauan ini. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan pasokan daging tetap terjaga dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Salah satu solusi yang ditekankan adalah kewajiban membangun lumbung pangan di daerah terpencil agar distribusi pangan lebih merata.
Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan Kabupaten Bone mampu memperkuat ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau. (*)



Tinggalkan Balasan