
BONE–Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya memperkuat sinergitas dalam tata kelola pemerintahan. Dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Bone, Senin (3/3), Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM menegaskan pentingnya kedisiplinan, integrasi, dan pola kerja yang sistematis dalam menjalankan roda pemerintahan.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran pejabat eselon II, III, camat, lurah, kepala UPT, K3S, MKKS, pengawas, dan penilik. Mengawali pertemuan, Bupati Bone melakukan absensi terhadap seluruh peserta. Pejabat yang tidak hadir tanpa keterangan langsung diberikan teguran, sedangkan yang berhalangan hadir karena sakit wajib melampirkan surat keterangan dokter. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan kedisiplinan ASN.
“Budaya malas harus ditinggalkan. Kita harus siap bekerja, bekerja sama, dan taat terhadap pimpinan. Jangan ada gerakan tambahan,” tegas Bupati.
Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif. Sistem kerja harus berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan setiap lini organisasi harus menjalankan tugasnya dengan baik agar roda pemerintahan dapat berjalan paripurna.
“Tidak boleh ada ego sektoral. Pola kerja harus terintegrasi dan terpadu agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal,” tambahnya.
Bupati juga menekankan pentingnya intervensi terhadap permasalahan sosial yang mendesak, seperti stunting, pemenuhan makanan bergizi, serta ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Bone akan mengoptimalkan tim kerja yang menangani upaya khusus penanganan stunting, verifikasi data, serta keluarga ekstrem.
“Masalah stunting dan ketahanan pangan bukan hanya tugas satu sektor, tetapi tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antar-instansi sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Wakil Bupati Bone.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bone untuk memastikan bahwa setiap unit kerja memahami tugas dan tanggung jawabnya. Dengan disiplin tinggi, mekanisme kerja yang jelas, serta pola kerja yang terintegrasi, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan sinergitas yang kuat, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(*)



Tinggalkan Balasan