
BONE–Sebanyak 950 murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) mengikuti peragaan Manasik Haji Cilik yang berlangsung di Masjid Agung Al Ma’arif, Jl. Ahmad Yani, Kabupaten Bone, pada Kamis (30/1/2025). Mengusung tema “Tumbuhkan Semangat Berhaji Sejak Dini”, kegiatan ini dihelat oleh Forum Komunikasi Guru PAI TK (FKG PAI TK) Kabupaten Bone.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Pj. Ketua TP PKK Bone yang juga Bunda PAUD Kabupaten Bone, A. Hikmawati Winarno. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa haru dan bangganya menyaksikan antusiasme anak-anak yang mengenakan kain ihram putih bersih.
“Melihat anak-anak ini rasanya terharu bercampur bangga. Apalagi mereka semua dengan semangat mengenakan kostum ihram dan siap mengikuti seluruh rangkaian manasik haji,” ujar A. Hikmawati penuh haru.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ini sangat istimewa karena memberikan edukasi praktis tentang rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak dini.
A. Hikmawati Winarno menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang hadir, mengingat masa jabatannya sebagai Bunda PAUD Kabupaten Bone akan segera berakhir.
“Saya menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama menjabat sebagai Bunda PAUD ada perkataan dan tindakan yang kurang berkenan. Sebagai manusia biasa, saya tentu tidak luput dari kekhilafan,” ucapnya dengan penuh kehangatan.
Acara Manasik Haji Cilik ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal lebih dekat nilai-nilai keislaman dan rukun haji. Antusiasme peserta dan dukungan penuh berbagai pihak menunjukkan bahwa pendidikan karakter sejak dini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis (30 Januari) hingga Jumat (31 Januari) 2025 ini melibatkan 73 lembaga TK/RA dari 10 kecamatan di Kabupaten Bone. Ketua Panitia Pelaksana, Elly Kasmir, mengungkapkan bahwa acara tersebut terlaksana berkat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dan Kementerian Agama Bone.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Abdul Rafik, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
“Rangkaian ibadah haji memang harus diperkenalkan sejak dini. Anak-anak akan lebih mudah memahami jika edukasinya melalui praktek, bukan sekadar teori. Ini adalah langkah positif yang patut diapresiasi,” ujarnya. (*)



Tinggalkan Balasan