BONE–Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Bone memasuki babak akhir setelah menyelesaikan rekapitulasi dari 27 kecamatan, Rabu (4/12/2024). Acara yang digelar di Novena Hotel, Jalan Ahmad Yani, Bone, ini berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Selasa (3/12) hingga Kamis (5/12).

Dipenuhi suasana kerja intensif, proses rekapitulasi dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), saksi dari pasangan calon gubernur dan bupati, awak media, serta personel keamanan. Kerja keras para penyelenggara dan saksi membuahkan hasil dengan rampungnya rekapitulasi suara dari seluruh kecamatan di Bone.

“Dengan selesainya rekapitulasi dari 27 kecamatan ini, kami hanya tinggal menyelesaikan penetapan hasil penghitungan suara pada hari terakhir, besok (5/12/2024),” ujar Zainal, Divisi Teknis Penyelenggara KPU Bone.

Tiap data hasil penghitungan suara yang disampaikan ditanggapi dengan cermat oleh para saksi, memastikan tidak ada kesalahan yang terlewatkan. Transparansi menjadi prioritas utama bagi KPU Bone dalam memastikan bahwa hasil yang diumumkan adalah akurat dan terpercaya.

Zainal juga menyampaikan bahwa jika tidak ada sengketa yang diajukan dalam waktu tiga hari setelah penetapan, maka KPU Bone akan secara resmi mengumumkan pasangan calon dengan suara terbanyak sebagai Gubernur dan Bupati terpilih.

Proses panjang ini menunjukkan dedikasi semua pihak untuk memastikan pemilihan kepala daerah berjalan lancar dan sesuai prosedur. Rekapitulasi suara di tingkat kabupaten adalah salah satu langkah penting dalam proses demokrasi, menandai semakin dekatnya masyarakat Bone dengan pemimpin baru yang akan membawa arah pembangunan di masa depan.

Semua mata kini tertuju pada hasil final yang akan diumumkan. Harapan besar pun tersemat, bahwa pemimpin terpilih kelak dapat menjawab amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.

Adapun Hasil Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Cagub dan Cabup 27 Kecamatan di Kabupaten Bone
Dominasi Suara Andalan Hati di Pemilihan Gubernur
Persaingan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel memperlihatkan dominasi pasangan Andalan Hati, yang unggul di hampir seluruh kecamatan. Di Kecamatan Tanete Riattang, pasangan ini meraih 17.933 suara, menjadi perolehan suara tertinggi. Sementara itu, pasangan DIA berusaha mengejar dengan angka yang signifikan, namun belum mampu menyaingi keunggulan lawannya.

Sebagai contoh, di Kecamatan Ulaweng, Andalan Hati memimpin dengan 12.388 suara, jauh di atas DIA yang hanya memperoleh 2.499 suara. Tren ini terlihat serupa di hampir semua kecamatan, memperlihatkan dukungan luas masyarakat Bone untuk Andalan Hati.

Persaingan Ketat di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone berlangsung lebih dinamis dengan distribusi suara yang lebih beragam. Pasangan BerAmal memimpin di banyak kecamatan, termasuk Kecamatan Tanete Riattang dengan perolehan 10.097 suara. Di sisi lain, pasangan Sipakario dan Tegak Lurus menunjukkan kekuatan di beberapa wilayah.

Kecamatan Tanete Riattang Timur menjadi arena pertempuran sengit dengan pasangan Sipakario unggul tipis dengan 9.618 suara, mengungguli BerAmal yang mendapatkan 7.778 suara. Sementara itu, Tegak Lurus tetap bertahan sebagai kontestan dengan dukungan signifikan di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Ajangale yang memberikan 7.253 suara.

Beberapa kecamatan menunjukkan pola dukungan yang unik. Di Kecamatan Tellu Siattinge, pasangan BerAmal mendapatkan dukungan luar biasa dengan 12.917 suara, jauh melampaui pasangan lainnya. Sebaliknya, di Kecamatan Ponre, suara untuk Sipakario tampak minimal, hanya 364 suara, dibandingkan dengan BerAmal yang memperoleh 6.291 suara.

Keunggulan BerAmal juga terlihat di Kecamatan Tanete Riattang Barat, dengan raihan 9.799 suara. Sementara itu, di Kecamatan Kahu, pasangan ini bersaing ketat dengan Tegak Lurus yang memperoleh 7.065 suara.

Hasil rekapitulasi ini tidak hanya mencerminkan preferensi politik masyarakat Bone, tetapi juga harapan besar terhadap pemimpin yang mampu membawa perubahan positif. Suasana demokrasi yang sehat terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat di berbagai kecamatan.

Sebagai daerah dengan tradisi demokrasi yang kuat, Bone telah menunjukkan bahwa suara rakyat adalah kekuatan utama dalam menentukan arah pemerintahan. Kini, semua mata tertuju pada tahapan selanjutnya, menanti pemimpin yang akan membawa kabupaten ini menuju masa depan yang lebih cerah. (*)