BONE – Prajurit Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali menunjukkan kesigapan dalam membantu upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WITA tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat saat melaksanakan kegiatan kerja bakti. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melaksanakan kerja bakti di sekitar lokasi kejadian.

Mendapatkan laporan adanya kebakaran pada pukul 18.30 WITA, Staf Intel Yonarmed 21/Kawali segera melaporkan kejadian tersebut kepada Komandan Batalyon. Menindaklanjuti laporan itu, Danyonarmed 21/Kawali langsung memerintahkan 12 personel beserta satu unit kendaraan pemadam kebakaran milik Yonarmed 21/Kawali untuk bergerak menuju lokasi.

Hanya berselang delapan menit, tepatnya pukul 18.38 WITA, personel Yonarmed 21/Kawali tiba di lokasi dan langsung melaksanakan upaya pemadaman menggunakan kendaraan pemadam kebakaran.

Berkat kesigapan dan kerja keras personel di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 22.00 WITA. Setelah memastikan situasi terkendali, personel melaksanakan pengecekan personel dan materiel pada pukul 22.15 WITA sebelum kembali ke asrama Yonarmed 21/Kawali pada pukul 22.35 WITA.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran sempat mengganggu aktivitas arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kesiapsiagaan prajurit Yonarmed 21/Kawali dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di wilayah binaan.

Melalui respons cepat tersebut, Yonarmed 21/Kawali kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta memberikan bantuan demi menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.

Komandan Yonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P mengatakan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kejadian kebakaran, personel segera bergerak menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan 12 personel untuk melakukan upaya pemadaman api.

“Setibanya di lokasi, kami mendapati bahwa kebakaran terjadi di area lahan terbuka yang dipenuhi material mudah terbakar. Kondisi tersebut menyebabkan api cukup sulit dikendalikan dan dipadamkan. Selain itu, adanya aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran menjadi salah satu faktor yang harus mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu, proses pemadaman dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta memperhatikan prosedur keselamatan guna menghindari risiko yang dapat membahayakan personel maupun masyarakat sekitar,” terangnya.

Atas kejadian ini, dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk pembakaran sampah secara sembarangan.

“Terlebih saat ini kita telah memasuki musim kemarau, di mana material seperti daun kering, ranting, dan kayu kering sangat mudah terbakar, bahkan di area terbuka sekalipun. Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran demi menjaga keselamatan serta keamanan bersama,” inbuhnya. (*)