BONE – Program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bone mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya dilaksanakan UPT SMP Negeri 2 Barebbo dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru hingga para siswa.

Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, program ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan lahan produktif, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kemandirian pangan, kepedulian lingkungan, dan pola hidup sehat.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Barebbo, Hj. Musliha, S.S., S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melaksanakan panen hasil dari program ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik melalui praktik di lapangan.

Suasana lingkungan sekolah pun tampak berbeda. Para siswa bersama dewan guru terlibat aktif dalam merawat kebun organik, membersihkan halaman, menata tanaman, hingga memelihara ikan di kolam yang berada di area kebun sekolah.

Dengan penuh semangat kebersamaan, para siswa belajar bagaimana mengolah dan memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi kawasan produktif. Berbagai metode penanaman kreatif diterapkan, mulai dari pemanfaatan pot berbahan ban bekas, penggunaan bilah bambu sebagai penyangga tanaman merambat, hingga pembuatan bedengan yang ditanami aneka jenis sayuran.

Menariknya, kebun sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat bercocok tanam, tetapi juga ruang belajar terbuka bagi siswa untuk mengenal proses pertumbuhan tanaman, memahami cara perawatan, serta mengetahui pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Kegembiraan semakin terasa ketika waktu panen tiba. Para guru dan siswa terlihat bersama-sama memperlihatkan hasil kebun yang berhasil dibudidayakan. Buah pare atau paria, mentimun segar, serta berbagai hasil pertanian lainnya menjadi bukti nyata dari kerja keras dan ketekunan warga sekolah.

Selain sektor pertanian, pemanfaatan kolam ikan di kawasan kebun sekolah juga menjadi bagian dari kegiatan edukasi ketahanan pangan. Melalui aktivitas tersebut, siswa diperkenalkan pada praktik budidaya perikanan sederhana yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan.

Lebih dari sekadar menghasilkan sayuran dan ikan, program ini memiliki nilai pendidikan yang penting. Para siswa belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, gotong royong, serta kesabaran dalam merawat sesuatu hingga menghasilkan manfaat.

Pembelajaran seperti ini sekaligus menjadi bentuk penerapan pendidikan karakter yang mengajak siswa untuk lebih dekat dengan alam dan memahami bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk sekolah dan rumah tangga.

Melalui program tersebut, UPT SMP Negeri 2 Barebbo berharap tumbuh kesadaran generasi muda untuk mencintai lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki keterampilan dasar dalam bercocok tanam dan memanfaatkan lahan produktif.

Apa yang dilakukan SMP Negeri 2 Barebbo menjadi gambaran bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu melalui buku dan ruang kelas. Lebih dari itu, sekolah juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari kebun sederhana di lingkungan sekolah, para siswa belajar sebuah hal penting: bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan kebiasaan baik yang perlu ditanamkan sejak dini. (*)