BONE — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone menggelar rapat bertajuk “Sinergi Forkopimda dalam Menjaga Stabilitas Politik, Keamanan dan Ketahanan Ekonomi Daerah, serta Antisipasi Dampak Kekeringan di Kabupaten Bone” di Aula Lateya, Kamis (24/9/2026).
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Turut hadir perwakilan Danrem 141/Toddopuli, unsur Forkopimda Bone, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Kajari Bone Mulyadi, SH., MH., Wakapolres Bone, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Watampone, Dandenpom Bone, para kepala OPD, serta unsur Tripika kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan bahwa kondisi kekeringan perlu diantisipasi secara serius karena dampaknya tidak hanya terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, sosial, politik, dan keamanan.
Bupati menyebut laporan mengenai kebakaran di sejumlah wilayah kecamatan dan desa terus bermunculan setiap pekan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Sekarang ini hampir setiap minggu ada laporan di berbagai kecamatan dan desa yang terjadi kebakaran. Tentu kita selalu memberikan informasi mengenai tingkat kewaspadaan untuk diaktifkan, kemudian disampaikan dan disebarluaskan,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pengalaman menghadapi musim kering berkepanjangan menunjukkan bahwa kekeringan dapat memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat. Berkurangnya sumber mata pencaharian dapat menurunkan pendapatan dan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi kondisi sosial dan keamanan.
“Ketika terjadi kekeringan, sumber mata pencaharian masyarakat pasti berkurang. Lapangan kerja berkurang, kegiatan dan mobilitas masyarakat juga ikut berkurang,” katanya.
Ia mencontohkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada mobilitas dan perdagangan. Ketika arus kendaraan maupun aktivitas ekonomi menurun, pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut juga ikut terdampak.
Karena itu, Andi Asman menilai penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas daerah. Pemerintah bersama Forkopimda diminta tidak hanya bertindak setelah muncul persoalan, tetapi melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Ekonomi yang akan menjawab segala sesuatunya. Kita dituntut sebagai tim di wilayah Bone untuk betul-betul mendapatkan fasilitas dan bantuan, serta bersama-sama mendampingi masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing,” tegasnya.
Selain persoalan kekeringan, rapat juga membahas potensi gangguan keamanan, termasuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika. Bupati mengapresiasi langkah aparat keamanan bersama pemerintah daerah dalam meredam sejumlah potensi gesekan antarkelompok pemuda yang sempat terjadi di wilayah Bone.
Ia meminta camat, kapolsek, dan danramil sebagai garda terdepan di wilayah kecamatan terus memperkuat koordinasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat.
Andi Asman juga mendorong agar energi generasi muda diarahkan kepada kegiatan-kegiatan positif, termasuk olahraga dan pengembangan bakat. Menurutnya, kegiatan positif dapat menjadi salah satu sarana untuk mengurangi potensi keterlibatan anak muda dalam aktivitas yang merugikan.
Menghadapi potensi musim kering yang lebih panjang, Bupati Bone juga menginstruksikan penguatan gerakan penghijauan di tingkat kecamatan dan desa.
Ia meminta pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan mengembangkan kegiatan pembibitan pohon. Bahkan, ia mengusulkan agar menanam pohon menjadi bagian dari gerakan sosial masyarakat. “Makanya saya minta kepala desa dan lurah ada kegiatan pembibitan pohon di kecamatan, di kantor kecamatan,” ujarnya.
Selain penghijauan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat ketersediaan air, khususnya bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Bupati menyampaikan rencana pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan identifikasi kebutuhan infrastruktur jalan dan air di sejumlah wilayah. Tim tersebut nantinya melibatkan pemerintah kecamatan dan perangkat terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat di lapangan. “Yang kita inginkan ke depan adalah perbaikan infrastruktur jalan dan perbaikan infrastruktur air,” kata Andi Asman.
Ia juga menjelaskan konsep pengembangan sumber air melalui pembangunan embung dan pemanfaatan sumur bor sebagai salah satu solusi menghadapi musim kemarau. Menurutnya, ketersediaan air harus diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mempertahankan produktivitas pertanian selama musim kering.
Langkah tersebut dinilai penting agar wilayah yang selama ini menjadi sentra produksi pangan tetap mampu berproduksi dan tidak berubah menjadi daerah konsumen akibat kekurangan air.
Bupati mencontohkan sejumlah wilayah yang selama ini menjadi sentra produksi padi, seperti Ajangale, Dua Boccoe, Cenrana, dan sebagian Tellu Siattinge. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan wilayah-wilayah tersebut tetap mampu mempertahankan produksi pangan. “Yang kita mau tetap menjadi daerah produsen,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Andi Asman juga mengajak seluruh OPD melihat potensi ekonomi daerah secara lebih terintegrasi. Ia mendorong OPD yang memiliki fungsi produksi agar dapat menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat, sementara OPD lainnya memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.
Sektor pertanian, peternakan, infrastruktur, perdagangan hingga pariwisata disebut memiliki peran dalam memperkuat perekonomian daerah.
Untuk sektor pariwisata, Bupati melihat Bone memiliki potensi alam yang beragam, mulai dari wilayah pesisir, daratan hingga kawasan pegunungan. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor pendukung agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.
Bupati menegaskan, sinergi seluruh unsur Forkopimda dan pemerintah daerah diperlukan agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. “Lebih baik kita melakukan pencegahan. Kalau pencegahan kita lakukan, beberapa ancaman bisa kita antisipasi,” pungkasnya.
Rapat Forkopimda tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan daerah, terutama potensi kekeringan, menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. (*)


Tinggalkan Balasan