BONE– Momen haru mewarnai kunjungan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., pada pelaksanaan Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Dua (LT-II) Tahun 2026 Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Awangpone di Bumi Perkemahan Maccope, Kecamatan Awangpone, Kamis (13/8/2026).

Kehadiran Bupati Bone yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bone itu awalnya berlangsung dalam suasana penuh semangat. Ia menyapa para peserta sekaligus memberikan motivasi agar generasi muda terus belajar, berlatih, disiplin, dan membangun karakter melalui kegiatan kepramukaan.

Namun, suasana mendadak berubah haru ketika Bupati berbincang dengan dua orang peserta. Dalam percakapan tersebut, keduanya diketahui merupakan anak yatim piatu.

Saat ditanya mengenai keberadaan ayah dan ibu mereka, kedua anak tersebut tak kuasa menahan tangis. Kesedihan yang terpancar dari wajah mereka membuat suasana seketika hening.

Melihat hal itu, Bupati Bone berusaha menenangkan keduanya. Dengan penuh perhatian, ia meminta mereka untuk tidak larut dalam kesedihan dan tetap kuat menjalani kehidupan.

“Jangan menangis. Harus tetap semangat,” pesan Bupati kepada kedua anak tersebut.

Kepedulian itu kemudian diwujudkan dalam bentuk perhatian nyata. Bupati Bone memberikan masing-masing satu unit sepeda kepada kedua anak yatim piatu tersebut.

Pemberian sepeda itu sontak menjadi momen yang mengundang haru sekaligus kebahagiaan. Tangis yang sebelumnya pecah perlahan berganti dengan senyum dan semangat baru.

Bagi kedua anak tersebut, sepeda itu bukan sekadar hadiah. Perhatian dari seorang pemimpin di tengah kegiatan pramuka menjadi pesan bahwa mereka tidak sendiri dan tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, serta meraih cita-cita.

Di hadapan para peserta LT-II, Bupati Bone juga mengingatkan bahwa Pramuka bukan hanya tentang kegiatan perkemahan dan perlombaan. Lebih dari itu, kepramukaan menjadi wadah untuk membentuk keberanian, kemandirian, kepedulian, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.

Ia berharap kegiatan LT-II Kwartir Ranting Awangpone dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta sekaligus membentuk generasi muda Bone yang tangguh dan berkarakter.

Momen sederhana di Bumi Perkemahan Maccope itu pun meninggalkan kesan mendalam. Di tengah riuhnya kegiatan perlombaan, sebuah sepeda menjadi simbol kepedulian dan penyemangat bagi dua anak yang tengah menjalani perjalanan hidup tanpa kedua orang tua.

Hari itu, bukan hanya semangat kepramukaan yang ditanamkan, tetapi juga sebuah pesan kemanusiaan: bahwa perhatian kecil dari seorang pemimpin dapat menghadirkan harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. (*)