BONE — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya hadir melalui upacara dan seremoni. Di Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, semangat itu menjelma dalam langkah tegap, warna-warni budaya, serta kreativitas puluhan mahasiswa Universitas Andi Sudirman (Uniasman).
Para mahasiswa Uniasman turut ambil bagian dalam Pesta Rakyat Pesisir 2026 yang digelar Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur pada 11–12 Agustus 2026. Kehadiran mereka menjadi salah satu warna tersendiri dalam rangkaian perayaan kemerdekaan yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, dan kalangan muda dalam suasana penuh kegembiraan.
Bukan sekadar hadir sebagai peserta, mahasiswa Uniasman terlibat langsung dalam dua agenda utama, yakni lomba gerak jalan serta karnaval seni dan budaya.
Di sepanjang rute gerak jalan, barisan mahasiswa Uniasman tampil dengan ciri khas yang mudah dikenali. Jas almamater berwarna biru tua membalut tubuh para peserta, dipadukan dengan selendang bertuliskan identitas kampus dan semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Langkah mereka bergerak serempak. Tegap, teratur, dan penuh percaya diri.
Sesekali, penghormatan resmi diperagakan ketika barisan melintas di depan panggung penghormatan. Kekompakan gerakan dan disiplin barisan sontak mengundang perhatian warga yang memadati sisi jalan.
Di tengah riuh tepuk tangan dan sorakan masyarakat, para mahasiswa menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diekspresikan melalui kedisiplinan, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap almamater.
Bagi mereka, setiap langkah bukan sekadar bagian dari perlombaan. Ada pesan tentang bagaimana generasi muda mengambil bagian dalam merawat semangat kebangsaan.
Ketika Laut dan Budaya Berpadu
Semarak Pesta Rakyat Pesisir semakin terasa ketika karnaval seni dan budaya dimulai.
Jika gerak jalan menampilkan ketegasan dan kekompakan, kali ini mahasiswa Uniasman menghadirkan sisi kreatif yang lebih ekspresif. Tema kebaharian dan adat pesisir menjadi pilihan yang mereka bawa ke hadapan masyarakat.
Busana adat bernuansa putih dan keemasan dipadukan dengan riasan yang menawan. Sentuhan warna biru yang identik dengan laut turut memperkuat karakter penampilan.
Di tengah arak-arakan karnaval, para mahasiswa membawakan tarian dan koreografi bertema laut. Replika biota laut menjadi bagian dari aksesori pertunjukan, menciptakan visual yang menggambarkan kedekatan masyarakat pesisir dengan lingkungan bahari.
Laut tidak hanya ditampilkan sebagai latar. Melalui gerak, busana, dan properti yang digunakan, mahasiswa berusaha menghadirkan laut sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat pesisir.
Atraksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah yang menyaksikan jalannya karnaval.
Merawat Nasionalisme Lewat Budaya
Keterlibatan mahasiswa Uniasman dalam Pesta Rakyat Pesisir 2026 menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi secara nyata.
Di satu sisi, mereka menunjukkan semangat nasionalisme melalui gerak jalan. Di sisi lain, mereka ikut mengambil peran dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui karnaval seni dan budaya.
Bagi civitas akademika Uniasman, keterlibatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kedekatan dengan pemerintah dan masyarakat Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Sebab, kampus tidak berdiri sendiri di tengah masyarakat. Ada tanggung jawab sosial yang melekat di dalamnya—termasuk ikut menjaga budaya, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
Dari langkah-langkah tegap di jalan hingga tarian yang menggambarkan kehidupan bahari, puluhan mahasiswa Uniasman membawa satu pesan yang sama: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dirayakan dan diisi oleh generasi muda dengan karya.
Di tengah semarak Pesta Rakyat Pesisir 2026, warna biru almamater Uniasman pun menjadi bagian dari cerita tentang Merah Putih—tentang anak muda, budaya, dan semangat untuk terus menjaga Indonesia dari daerah. (*)


Tinggalkan Balasan