Bone — Ribuan peserta dari berbagai unsur memadati Lapangan Merdeka Bone, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti apel akbar sebelum pelaksanaan korve massal atau kerja bakti membersihkan lingkungan. Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang gerakan bersih-bersih lingkungan itu menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong sekaligus kepedulian terhadap kebersihan kota.

Peserta apel terdiri atas gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Satgas Kebersihan, hingga mahasiswa. Mereka kemudian disebar ke sejumlah titik untuk melaksanakan aksi bersih-bersih sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, di tengah jalannya apel, suasana mendadak berubah ketika Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengeluarkan instruksi yang tidak diduga. Sebelum peserta bergerak melaksanakan kerja bakti, ia memerintahkan pelaksanaan tes urine secara acak kepada sejumlah peserta.

“Sebelum kegiatan bersih-bersih kota, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, kita ingin Bone juga bersih dari narkoba. Maka dari itu, secara acak kita tes urine dulu,” ujar Andi Asman Sulaiman di hadapan peserta apel.

Menurutnya, kebersihan tidak hanya dimaknai sebagai lingkungan yang bebas dari sampah, tetapi juga harus diwujudkan melalui komitmen bersama menciptakan aparatur dan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Bupati Bone menjelaskan, pelaksanaan tes urine tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), sebagai bentuk kampanye nyata dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

“Kegiatan ini juga dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI),” tambahnya.

Ia pun menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi aparatur yang terbukti menyalahgunakan narkoba.

“Jika ada ASN yang positif narkoba akan dikenai sanksi berat, dan PPPK yang terkontaminasi narkoba akan langsung diberhentikan,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 37 orang dipilih secara acak untuk menjalani tes urine. Mereka terdiri atas 30 ASN, 5 personel Satgas Kebersihan, 2 anggota Polri, dan 5 mahasiswa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif atau tidak terindikasi mengonsumsi narkotika.

Aksi korve massal yang dipadukan dengan tes urine mendadak tersebut menjadi pesan bahwa semangat gotong royong tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan bebas narkoba. Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bone ingin memastikan bahwa gerakan menuju daerah yang bersih dimulai dari lingkungan yang bersih secara fisik sekaligus aparatur yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. (*)