BONE– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone dan menyebabkan banjir di sejumlah titik tidak hanya menyisakan genangan air di permukiman warga, tetapi juga menghadirkan kekhawatiran akan kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat dengan menyiapkan dapur darurat di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (8/5/2026).

Asap mengepul dari tungku-tungku masak, sementara para petugas Satgas dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) tampak sibuk menyiapkan makanan bagi warga yang rumahnya masih terendam banjir. Di lokasi dapur darurat itu, ratusan hingga ribuan paket makanan disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak.

Dapur darurat tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah kesulitan warga. Tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan konsumsi yang higienis dan layak di tengah situasi bencana.

Petugas Tagana bersama relawan terlihat bekerja tanpa mengenal waktu. Sebagian memasak, sebagian lainnya menyiapkan distribusi makanan ke titik-titik pengungsian maupun rumah warga yang masih bertahan di lokasi banjir.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, H. Jemmy, mengungkapkan bahwa dapur darurat itu dibangun atas instruksi langsung Bupati Bone agar pemerintah benar-benar hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah agar warga tidak lagi memikirkan kebutuhan makan di tengah kondisi sulit yang mereka alami.

“Dapur darurat ini disiapkan atas petunjuk dan instruksi Bupati Bone. Beliau meminta agar pemerintah hadir membantu masyarakat, sehingga warga tidak kelaparan dan tetap mendapatkan makanan yang layak serta higienis di tengah musibah banjir,” ungkapnya.

Ia juga berharap masyarakat diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang sedang melanda wilayah mereka.

Di tengah genangan air dan aktivitas warga yang terbatas, keberadaan dapur darurat menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat Panyula. Kehangatan makanan yang dibagikan seolah menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.

Pemerintah Kabupaten Bone terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir di sejumlah wilayah serta memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak tetap berjalan, mulai dari kebutuhan pangan, kesehatan, hingga evakuasi warga di titik-titik rawan. (*)