BONE– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, 09 Mei 2026 membawa dampak serius di sejumlah wilayah. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir merendam beberapa kawasan permukiman warga, termasuk di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Di tengah kondisi itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman memilih turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak.
Sejak pagi hari, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu bergerak bersama jajaran pemerintah daerah, aparat kecamatan, serta pemerintah kelurahan meninjau titik-titik genangan. Tidak sekadar melihat dari kejauhan, Bupati Bone berjalan menembus air banjir yang mencapai di atas lutut orang dewasa demi melihat langsung kondisi masyarakat.
Di Kelurahan Panyula, suasana haru terlihat ketika Bupati Bone memasuki lorong warga yang tergenang air. Dengan mengenakan pakaian lapangan, ia menyapa warga, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memastikan langkah cepat penanganan dilakukan pemerintah.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran langsung kepala daerah di tengah banjir menjadi bentuk kepedulian yang memberikan semangat dan rasa tenang. Di saat sebagian warga sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga mereka dari genangan air, pemerintah daerah hadir tidak hanya membawa instruksi, tetapi juga empati.
Dalam peninjauannya, H. Andi Asman Sulaiman meminta pemerintah kelurahan dan kecamatan segera melakukan pendataan terhadap dampak banjir yang dialami warga. Pendataan tersebut dinilai penting agar langkah penanganan dan bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada melihat kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir cukup ekstrem. Curah hujan tinggi, menurutnya, berpotensi menimbulkan banjir susulan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Kita semua harus tetap berhati-hati dan waspada. Curah hujan saat ini cukup tinggi dan bisa berdampak pada banjir yang lebih besar,” ujarnya saat berada di lokasi banjir.
Tak hanya itu, Bupati Bone juga meminta seluruh pimpinan OPD, camat, lurah, hingga pemerintah desa untuk tetap siaga di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya respon cepat pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Instruksi tersebut mencakup penanganan drainase, percepatan aliran air, hingga memastikan fasilitas umum dan rumah warga tidak mengalami dampak yang lebih parah. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir di tengah masyarakat ketika kondisi darurat terjadi.
Kepedulian itu terlihat dari langkah cepat yang langsung dilakukan di lapangan. Pemerintah bersama aparat terkait bergerak memantau saluran air dan memastikan genangan dapat segera surut agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Di sela-sela peninjauan, wajah prihatin tampak jelas dari raut Bupati Bone saat melihat kondisi rumah-rumah warga yang terendam. Ia memahami bahwa banjir bukan sekadar genangan air, tetapi juga menghadirkan kekhawatiran, kerugian, dan kesulitan bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memberikan perhatian dan bantuan kepada warga yang terdampak agar tetap kuat menghadapi musibah tersebut.
“Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” harapnya.
Di tengah derasnya hujan dan genangan yang masih meluas di sejumlah titik, kehadiran langsung seorang pemimpin di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Bagi warga Panyula dan sejumlah kawasan terdampak lainnya, langkah cepat dan kepedulian itu menjadi harapan di tengah musibah banjir yang mereka hadapi. (*)


Tinggalkan Balasan