BONE– Di balik hamparan jalan yang menembus perbukitan dan akses yang tak mudah dijangkau, harapan pendidikan tetap menyala di wilayah terluar Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. Kamis, 7 Mei 2026, harapan itu terasa semakin dekat ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman hadir langsung mengunjungi SMP Negeri Satu Atap 2 Bengo.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan. Di sekolah sederhana yang menjadi satu-satunya harapan pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut, kehadiran orang nomor satu di Bone membawa pesan kuat bahwa pendidikan di pelosok tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Setibanya di sekolah, Bupati Bone langsung menyapa para siswa dan guru dengan penuh kehangatan. Anak-anak yang sehari-harinya menempuh perjalanan jauh demi bisa belajar tampak antusias menyambut kedatangan pemimpinnya. Ada yang berjalan kaki hingga satu sampai dua kilometer melewati jalan yang sulit, namun semangat mereka untuk mengenyam pendidikan tak pernah surut.
Di hadapan para siswa dan tenaga pendidik, H. Andi Asman Sulaiman memberikan motivasi agar para pelajar tetap bersemangat mengejar cita-cita meski hidup dalam berbagai keterbatasan. “Anak-anak di daerah terpencil juga harus mendapatkan perhatian yang sama. Mereka adalah generasi masa depan Bone yang harus terus didukung agar tetap semangat belajar,” ujar Bupati Bone.
Suasana haru pun terasa ketika Bupati Bone secara spontan merogoh kocek pribadinya untuk membantu dan berbagi dengan para siswa. Bantuan tersebut disambut penuh kebahagiaan oleh anak-anak yang tampak sumringah menerima perhatian langsung dari kepala daerah mereka.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran Bupati Bone menjadi bentuk nyata bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar anak-anak Bengo justru menjadi potret keteguhan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone juga meninjau langsung kondisi lingkungan sekolah. Ia melihat halaman sekolah yang memprihatinkan dan belum memadai untuk aktivitas olahraga maupun pengembangan bakat siswa.
Melihat kondisi tersebut, ia langsung meminta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone agar SMP Negeri Satu Atap 2 Bengo menjadi prioritas bantuan pemerintah daerah.
Menurutnya, sekolah tersebut harus memiliki sarana olahraga yang layak agar para siswa dapat mengembangkan potensi dan bakat mereka, termasuk di cabang olahraga bola voli dan kegiatan lainnya.
Tak hanya itu, perhatian Bupati juga menyentuh kebutuhan dasar pendidikan para siswa. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut perlu mendapat perhatian khusus terkait kebutuhan seragam sekolah.
“Anak-anak yang melanjutkan pendidikannya di sini kalau perlu bukan cuma ditanggung satu seragam sekolahnya, melainkan ditanggung semua, sehingga mereka tidak ke mana-mana lagi karena mengingat akses sekolah hanya ada di tempat itu,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut haru oleh para guru dan masyarakat sekitar. Sebab bagi warga di daerah terpencil, biaya perlengkapan sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Selain berdialog dengan siswa, Bupati Bone juga berbincang bersama pihak sekolah mengenai berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Mulai dari fasilitas belajar, lingkungan sekolah, hingga kebutuhan penunjang lainnya menjadi bagian dari pembahasan dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan itu turut didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bone serta unsur pemerintah kecamatan setempat.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok desa. Sebab di mata pemerintah daerah, anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, nyaman, dan berkualitas.
Di sekolah sederhana di ujung Kecamatan Bengo itu, semangat pendidikan terus tumbuh. Dan kehadiran Bupati Bone menjadi penguat harapan bahwa anak-anak pelosok Bone tidak akan berjalan sendiri dalam meraih masa depan mereka. (*)


Tinggalkan Balasan