BONE– Panen perdana itu bukan sekadar seremoni. Di tepian air yang tenang di Objek Wisata Tiro Bulu, Desa Cempaniga, Kecamatan Barebbo, Kamis (23/4/2026), harapan tentang masa depan desa tampak mengapung bersama riak-riak kolam ikan nila.

Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM hadir langsung, didampingi Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, SP., menyaksikan sekaligus ikut dalam panen perdana ikan nila yang dirangkaikan dengan launching wisata memancing. Sebuah langkah kecil yang menyimpan ambisi besar: menjadikan desa sebagai pusat ekonomi berbasis potensi lokal.

Suasana terasa hangat dan hidup. Warga, aparat desa, hingga tamu undangan larut dalam semangat yang sama melihat desa mereka tumbuh bukan hanya sebagai ruang tinggal, tetapi juga sebagai ruang peluang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bone dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan Tiro Bulu baru saja dimulai. Potensi sudah ada, tinggal dilengkapi. “Lokasi ini tinggal ditambah fasilitas pendukung seperti vila atau spot wisata lainnya. Kami terus mendorong BUMDes agar mampu mewujudkan desa mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, optimalisasi kawasan ini bukan sekadar mempercantik desa, tetapi menyasar peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Dengan pemasukan yang meningkat, kesejahteraan aparat desa dan pengelola BUMDes pun ikut terdongkrak.

Namun, di balik optimisme itu, ada catatan penting: kawasan ini berada di wilayah hutan. Pengembangan harus cermat, tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis. Regulasi menjadi kunci.

“Pengembangan harus dirancang dengan matang agar tidak merusak fungsi utama hutan. Kami sangat mengharapkan dukungan regulasi dari pimpinan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap desa memiliki keunikan. Tinggal bagaimana potensi itu dikenali dan dipromosikan. Tiro Bulu, dengan akses yang relatif dekat dari kota Watampone, dinilai memiliki keunggulan strategis.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone berbicara lebih jauh melampaui panen hari itu. Ia mengaitkan potensi lokal dengan peluang pasar yang lebih luas.

Ia mengakui, konsumsi ikan air tawar di masyarakat Bone masih perlu didorong. Namun, menurutnya, itu hanya soal kebiasaan. “Kalau kita lihat potensi pasar dengan jumlah penduduk Bone lebih dari 800 ribu jiwa, ditambah peluang kirim ke Soppeng, Wajo, bahkan Makassar, ini peluang besar,” ujarnya.

Ia lalu mengisahkan pengalamannya saat bertugas di provinsi, ketika mengunjungi “Kampung Lele” di Kediri yang mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga triliunan rupiah per tahun. “Kita harus punya ‘Kampung Nila’, ‘Kampung Lele’, atau ‘Kampung Bandeng’. Tapi jangan hanya nama harus produksi konsisten dan mampu menyuplai ke berbagai daerah,” tegasnya.

Lebih dari itu, ia melihat BUMDes sebagai motor utama penggerak. Pelatihan sudah berjalan, tinggal diarahkan pada peluang yang tepat.

Keunggulan Tiro Bulu, menurutnya, ada pada akses. Hanya sekitar 25 menit dari pusat kota, menjadikannya potensial sebagai destinasi wisata sekaligus investasi.

Ia bahkan membuka peluang kolaborasi. “Kalau ada yang ingin investasi membangun vila, silakan bekerjasama dengan desa. Konsepnya bisa seperti apartemen yang disewakan,” katanya.

Terkait status kawasan hutan, ia meminta semua pihak tidak ragu. Pemerintah, kata dia, memiliki skema Perhutanan Sosial yang memungkinkan pemanfaatan kawasan tanpa merusak fungsi utamanya.

Ia pun berkomitmen membantu komunikasi dengan Kementerian Kehutanan agar aspek legalitas pengembangan tetap aman.

Tak hanya itu, tren wisata alam seperti tracking juga dinilai cocok dikembangkan di kawasan ini. Keasrian lingkungan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat perkotaan.

“Orang kota sekarang senang berjalan di alam terbuka. Ini peluang besar,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif “menjemput bola” ke kementerian guna mendapatkan dukungan pembiayaan dan program.

“Di Bone, desa wisata masih sedikit. Saya ingin desa ini menjadi pelopor yang sukses,” tutupnya.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bone Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Sekretaris PMD, perwakilan OPD, Forkopimcam Barebbo, pengurus TP PKK Bone, para kepala desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat.

Di Tiro Bulu hari itu, ikan-ikan nila dipanen. Tapi yang sesungguhnya sedang tumbuh adalah keyakinan bahwa desa, dengan segala potensinya, bisa menjadi pusat masa depan. (*)