BONE– Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Bone ke-696 yang ditandai dengan prosesi adat sakral Mattompang Arajang, sebuah harapan besar kembali ditegaskan: langit Bone akan segera lebih ramai, lebih terbuka, dan lebih menjanjikan.
Usai menghadiri prosesi adat tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel H. Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan optimisme besar terhadap percepatan pengembangan Bandara Arung Palakka. Baginya, bandara bukan sekadar infrastruktur, melainkan gerbang masa depan ekonomi Bone. “Bayangkan jika dari Bone bisa langsung terbang ke Jakarta tanpa harus transit di Makassar. Dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan daerah,” ungkapnya penuh keyakinan, Senin, 6 April 2026.
Pengembangan Bandara Arung Palakka kini difokuskan pada perluasan lahan dan penambahan panjang landasan pacu. Targetnya jelas: menghadirkan kemampuan bandara untuk didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing dan Airbus.
Gubernur menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk kerja cerdas pemerintah dalam memanfaatkan waktu dan peluang. Ia juga menepis anggapan bahwa anggaran yang digunakan tidak tepat sasaran. “Sudah ribuan orang yang merasakan manfaatnya. Ini bukan soal tidak mau lewat darat, tapi bagaimana kita bekerja lebih efisien,” tegasnya.
Menariknya, percepatan proyek ini juga melibatkan peran aktif pemerintah desa, khususnya di wilayah Awangpone. Gubernur bahkan menjanjikan insentif anggaran hingga Rp500 juta bagi desa yang berhasil mendukung suksesnya program pembebasan lahan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga melibatkan partisipasi langsung masyarakat. Dengan bandara yang mampu melayani pesawat besar, Bone akan semakin terbuka bagi investor dan wisatawan. Potensi sektor pariwisata, perdagangan, hingga industri diyakini akan tumbuh pesat.
Konektivitas yang lebih baik akan memudahkan akses bagi tokoh nasional, pelaku bisnis, hingga diaspora Bone yang selama ini harus melalui perjalanan panjang untuk pulang kampung.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk mendukung pembebasan lahan. Langkah ini menjadi kunci utama sebelum pengerjaan fisik runway dapat dilakukan. “Kita ingin Bandara Arung Palakka ini segera bisa melayani pesawat besar. Tahun ini kita targetkan pembebasan lahan rampung,” ujarnya.
Lebih dari sekadar akses transportasi, keberadaan penerbangan langsung Bone–Jakarta diyakini akan mengubah pola mobilitas masyarakat dan pelaku usaha. Selama ini, perjalanan udara dari Bone harus melalui Makassar. Dengan rute langsung, waktu tempuh akan jauh lebih efisien sebuah keuntungan besar di era mobilitas cepat. (*)


Tinggalkan Balasan