BONE– Kehadiran negara dalam menjamin keamanan obat dan makanan kian terasa di daerah. Jumat pagi, 27 Februari 2026, Kepala Balai Besar POM Makassar Yosep Dwi Irwan, SS.I, Apt melakukan audiensi dengan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sambil jalan pagi. Pertemuan itu menjadi penanda awal momentum penting: peresmian peningkatan klasifikasi dan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam agenda nasional tersebut, terdapat peningkatan klasifikasi tiga BPOM dan pembentukan tujuh UPT baru di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu yang paling membanggakan adalah hadirnya Loka POM di Kabupaten Bone yang akan mengawasi wilayah Bosowasi (Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai).

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kabupaten Bone, dirangkaikan dengan Peresmian UPT Loka POM di Kabupaten Bone yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Macanang, Watampone. Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), serta Gubernur Sulawesi Selatan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, momentum ini bukan sekadar seremoni kelembagaan. Kehadiran kantor UPT Loka POM menjadi simbol penguatan pengawasan obat dan makanan di daerah, sekaligus wujud komitmen negara dalam melindungi masyarakat hingga ke wilayah kabupaten.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut hangat rencana tersebut. Ia menilai kehadiran UPT Loka POM akan sangat membantu kerja-kerja pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan keamanan pangan, obat-obatan, serta produk olahan yang beredar di masyarakat.

“Ini sangat kami respon positif. Kehadiran kantor Loka POM di Bone tentu akan memudahkan koordinasi dan memperkuat pengawasan, tidak hanya di Kabupaten Bone tetapi juga di kawasan Bosowasi,” ungkapnya.

Tak hanya peresmian, agenda juga akan dirangkaikan dengan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diikuti sekitar 100 peserta. Mereka terdiri dari masyarakat umum serta para pelaku usaha yang selama ini telah mendapatkan pembinaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penguatan pemahaman tentang standar keamanan, mutu, dan legalitas produk.

Menariknya, dalam rangkaian acara juga akan digelar pameran produk lokal Kabupaten Bone. Ini menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM untuk menampilkan hasil produksi terbaiknya, sekaligus memastikan produknya telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan.

Dengan berdirinya Loka POM di Kabupaten Bone, harapan besar pun tumbuh. Pengawasan obat dan makanan diharapkan semakin efektif, cepat, dan responsif terhadap potensi pelanggaran. Di sisi lain, pelaku usaha lokal mendapat pendampingan lebih dekat untuk naik kelas dan bersaing secara sehat.

Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat. Dari Bone, penguatan sistem pengawasan obat dan makanan kini semakin kokoh untuk kawasan Bosowasi dan sekitarnya. (*)