BONE– Gedung sekolah yang sebelumnya sederhana kini berdiri lebih kokoh, tertata, dan ramah anak. Senyum para guru, siswa, dan orang tua mengiringi langkah Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM yang datang meresmikan gedung revitalisasi SD Inpres 3/77 Panyula, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Rabu, 28 Januari 2026,

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bone bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, disaksikan jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta masyarakat setempat. Hadir mendampingi, Kepala BKPSDM Bone yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Dalam laporannya, Edy Saputra Syam menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari implementasi program strategis nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur pendidikan dan percepatan digitalisasi sekolah.

“Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada digitalisasi. Ke depan, sekolah-sekolah di Bone akan dibekali smartboard yang terkoneksi internet dari pemerintah pusat untuk menunjang proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, tahun 2025 menjadi momentum besar pembangunan pendidikan di Kabupaten Bone, dengan total anggaran mencapai Rp29,43 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk: 4 PAUD/TK sebesar Rp1,27 miliar, 31 SD sebesar Rp23,88 miliar, dan 175 SMP dengan total Rp4,27 miliar.

Seluruh pekerjaan dilakukan melalui metode swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan masyarakat setempat. Cara ini diyakini mampu menjaga kualitas bangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.

SD Inpres 3/77 Panyula dipilih sebagai lokasi peresmian karena menerima paket revitalisasi paling lengkap, mulai dari ruang kelas baru, UKS, hingga fasilitas sanitasi yang layak. Tak berhenti di situ, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone juga tengah menggodok pembentukan sekolah unggulan di setiap kecamatan.

“Sekolah unggulan nantinya dinilai dari kelengkapan sarana prasarana, inovasi yang dikembangkan, serta partisipasi aktif orang tua siswa,” tambah Edy.

Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak boleh asal jadi. Menurutnya, besarnya anggaran pendidikan harus sejalan dengan kualitas hasil di lapangan.

“Saya tidak ingin anggaran pendidikan besar, tetapi hasilnya tidak maksimal. Sekolah harus dibangun dengan kualitas, fungsi, dan estetika yang baik agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui pemanfaatan teknologi. Ia mencanangkan pemberian tunjangan khusus bagi guru berprestasi yang mampu mengajar secara virtual dan menjangkau ratusan sekolah sekaligus.

“Guru-guru yang memiliki kemampuan dan prestasi akan kami beri ruang dan penghargaan, termasuk tunjangan khusus jika mampu mengajar secara digital dan menjangkau banyak sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, orang nomor satu di Bumi Arung Palakka itu mencita-citakan lahirnya sekolah berkonsep “Beramal”, simbol pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan akhlak.

“Saya ingin pendidikan di Bone tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter. Guru harus benar-benar fokus mendidik generasi bangsa. Yang malas mengajar, tentu akan kami beri sanksi tegas,” pungkasnya.

Dari halaman SD Inpres 3/77 Panyula, pesan itu mengalir jelas: pendidikan bukan sekadar bangunan, tetapi tentang masa depan yang disiapkan dengan kesungguhan, keteladanan, dan visi yang jauh ke depan. (*)