MAKASSAR—Musyawarah Anggota (Musang) XXVII Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar berlangsung sukses dan penuh khidmat. Kegiatan forum tertinggi organisasi ini digelar selama enam hari, sejak 7 hingga 12 Januari 2026, bertempat di Student Center Mamasa, Kota Makassar.

Musyawarah Anggota kali ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, tetapi juga ruang refleksi, evaluasi, serta perumusan arah gerak organisasi seni dan budaya ke depan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana demokratis dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi ruh UKM Seni Budaya eSA.

Dalam forum tersebut, Muhammad Idil Fitrah secara resmi terpilih sebagai Formatur Ketua UKM Seni Budaya eSA periode 2026. Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan melibatkan seluruh peserta penuh Musyawarah Anggota, mencerminkan kedewasaan berorganisasi dan semangat kolektif yang kuat.

Terpilihnya Muhammad Idil Fitrah disambut dengan harapan besar agar UKM Seni Budaya eSA semakin progresif dan produktif dalam mengembangkan seni dan budaya di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar. Musang XXVII ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UKM sebagai wadah ekspresi, pembelajaran, dan penciptaan karya seni yang berkelanjutan.

Dalam penyampaian visi kepemimpinannya, Muhammad Idil Fitrah menegaskan komitmennya menjadikan UKM Seni Budaya eSA sebagai ruang kreatif yang dikenal luas melalui karya-karya yang konsisten, relevan, dan berkualitas. Ia menekankan bahwa eksistensi organisasi seni tidak dapat dilepaskan dari karya nyata yang mampu diapresiasi, baik oleh civitas akademika maupun masyarakat luas.

“UKM Seni Budaya eSA harus menjadi ruang kreatif yang mendorong setiap anggotanya untuk berproses secara serius hingga melahirkan karya. Karya adalah identitas dan kekuatan utama organisasi seni,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah misi utama yang akan menjadi landasan kepemimpinannya. Di antaranya menjadikan karya sebagai orientasi utama setiap proses dan kegiatan UKM, menciptakan ruang yang kondusif bagi anggota untuk berproses hingga menghasilkan karya, serta memperkuat kolaborasi lintas bidang sebagai upaya memperkaya gagasan dan memperluas dampak karya seni.

Optimalisasi media digital juga menjadi perhatian serius dalam kepemimpinannya. Menurutnya, media digital merupakan sarana strategis untuk publikasi, dokumentasi, dan keberlanjutan karya, sehingga eksistensi UKM Seni Budaya eSA dapat semakin dikenal dan memberi kontribusi nyata di ruang publik.

Dengan terpilihnya Muhammad Idil Fitrah sebagai Formatur Ketua pada Musyawarah Anggota XXVII ini, UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar diharapkan terus tumbuh sebagai wadah ekspresi seni, kreativitas mahasiswa, serta pelestarian budaya yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)