BONE–Pemerintah Kabupaten Bone menerima Kunjungan Kehormatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam rangka koordinasi dan penyampaian rencana kegiatan operasi hulu migas di wilayah Kabupaten Bone.

Rombongan SKK Migas disambut hangat oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, didampingi Pj. Sekretaris Daerah Bone, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bone Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, perwakilan KKKS menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November tahun lalu bersama Wakil Bupati Bone, yang membahas rencana kerja sektor migas tahun berjalan.

“Pada November lalu kami sudah melaporkan rencana kerja kepada Pak Wakil Bupati. Hari ini kami hadir bersama Pak Dedi Hidayat mewakili manajemen SKK Migas untuk melaporkan tindak lanjut program yang akan dilaksanakan tahun ini,” ungkap perwakilan KKKS.

Dijelaskan, pihaknya merupakan kontraktor kerja sama sektor migas yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Sengkang, yang mencakup Kabupaten Wajo dan Bone. Sejak tahun 1997, produksi gas telah berlangsung di Lapangan Kampung Baru, dengan hasil gas dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik melalui PLN di Sulawesi Selatan.

Pada tahun ini, KKKS merencanakan pengeboran lima sumur, dengan rincian empat sumur di Kabupaten Wajo dan satu sumur direncanakan di Kabupaten Bone. Khusus untuk Bone, tahun ini menjadi tahap awal dimulainya kegiatan migas, diawali dengan pengumpulan data melalui survei teknis dan seismik.

“Sebagaimana karakter industri migas, sebelum pengeboran kami wajib melakukan pencarian data. Tahun ini kami akan melakukan survei dan kegiatan teknis di beberapa kecamatan dan desa di Wajo dan Bone,” jelasnya.

Rencana pengeboran di Bone ditargetkan dapat dimulai pada pertengahan tahun, dengan mempertimbangkan proses Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pihak KKKS menegaskan bahwa setiap pengalihan lahan akan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk penggantian lahan sawah dua hingga tiga kali lipat, sebagaimana yang telah berhasil dilakukan di Kabupaten Wajo.

“Kami berkomitmen mengikuti seluruh tahapan, termasuk cetak sawah pengganti. Di Wajo, dua sumur yang dibor tahun lalu telah disertai cetak sawah dan kini sudah ditanami padi. Pola yang sama akan kami terapkan di Bone,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan SKK Migas yang berkantor di Balikpapan dan membawahi wilayah Kalimantan serta Sulawesi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mandat negara dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Survei seismik ini wajib dilakukan untuk memastikan potensi cadangan hidrokarbon, baik gas maupun minyak. Jika cadangan tersebut ekonomis untuk diproduksikan, kami berharap dapat memberikan tambahan pendapatan daerah, memperkuat pasokan listrik, hingga mendorong tumbuhnya industri turunan dan jaringan gas kota,” jelasnya.

Ia mencontohkan dampak positif suplai gas di Wajo yang mampu mengurangi gangguan listrik, serta menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan ketahanan energi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut baik rencana investasi hulu migas di wilayahnya. Ia menyebut kehadiran SKK Migas dan KKKS sebagai kabar gembira bagi Kabupaten Bone.

“Kami menyambut baik rencana ini. Ini adalah investasi luar biasa yang nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Tentu akan berdampak positif bagi daerah dan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk mendukung percepatan administrasi, khususnya terkait proses LP2B di Kementerian Pertanian. Ia bahkan mengungkapkan telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak kementerian untuk mempercepat verifikasi dan rekomendasi.

“Administrasi sementara diverifikasi dan saya minta dipercepat. Ini demi kepentingan masyarakat Bone sekaligus kepentingan bangsa dalam sektor energi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberikan manfaat langsung, mulai dari peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pengentasan kemiskinan.

“Kami masih memiliki sekitar 4.000 kepala keluarga yang tergolong kurang mampu. Kami berharap tenaga kerja lokal bisa direkrut, dilatih, dan diberdayakan. Jika dibutuhkan pelatihan, kami siap mendukung melalui fasilitas dan kerja sama pelatihan kerja,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS, rencana operasi hulu migas di Kabupaten Bone diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bone. (*)