BONE–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone menunjukkan respons cepat dan nyata dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas toilet umum yang dinilai kurang terawat di kawasan Taman Bunga Arung Palakka, Watampone.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Bone, Andi Habibie, ST., M.Si, para petugas kebersihan turun langsung melakukan pembenahan dan pembersihan menyeluruh terhadap fasilitas toilet yang menjadi salah satu penunjang kenyamanan pengunjung taman pada Sabtu malam, 03 Januari 2026.

Tak sekadar dibersihkan, DLH Bone juga melengkapi toilet dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari ketersediaan sabun cuci tangan, pengharum ruangan, hingga sistem pasokan air yang kini semakin memadai. Untuk menjamin kelancaran penggunaan, toilet tersebut telah dilengkapi dengan penampungan air berkapasitas 1.200 liter, sehingga pengunjung tidak lagi kesulitan air bersih.

Komitmen DLH Bone dalam menjaga kebersihan ruang publik juga ditunjukkan melalui penambahan sarana pengelolaan sampah. Sebanyak sekitar 45 unit tempat pemilah sampah disiapkan dan ditempatkan di area Taman Arung Palakka serta Lapangan Merdeka Watampone, sebagai upaya mendorong budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Namun demikian, DLH Bone menegaskan bahwa menjaga kebersihan kawasan publik bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar fasilitas yang telah disiapkan dapat terpelihara dengan baik dan berkelanjutan.

Kebersihan Taman Arung Palakka adalah tanggung jawab kita bersama. Mari sama-sama menjaga fasilitas yang telah disiapkan pemerintah, membuang sampah pada tempatnya, serta tidak merusak sarana yang ada seperti lampu taman dan fasilitas umum lainnya,” imbau Andi Habibie.

DLH Bone juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam membuang sampah makanan dan menjaga keindahan taman yang menjadi ruang publik kebanggaan warga Watampone.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Taman Arung Palakka dapat terus menjadi ruang terbuka hijau yang bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)