BONE– Lapangan Stadion Lapatau Bone, Selasa (30/12/2025), menjadi saksi kesungguhan para atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bone dalam menapaki jalan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026. PASI Bone menggelar seleksi dari Tim Bayangan untuk menentukan siapa saja yang layak mengisi Tim Inti Porprov 2026.
Seleksi ini bukan sekadar formalitas. Setiap atlet diuji secara ketat, mulai dari catatan waktu, teknik, hingga konsistensi performa. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, sebagai bentuk komitmen KONI dalam memastikan kesiapan cabang olahraga andalan daerah.
Pelatih PASI Kabupaten Bone, Keng, menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan tahapan krusial dalam pematangan tim. Dari total 39 atlet persiapan Porprov, terdiri atas 25 atlet putra dan 14 atlet putri, akan dikrucutkan menjadi tim inti yang benar-benar siap bertanding.
“Seleksi ini dari tim bayangan menjadi tim inti Porprov 2026. Di atletik ada 36 nomor yang kita persiapkan, mulai dari lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, hingga 10.000 meter,” jelasnya.
Selain nomor lari, PASI Bone juga mempersiapkan atlet untuk jalan cepat 20 kilometer, serta nomor lapangan seperti lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, lompat jauh, dan lompat jangkit.
Untuk target prestasi, PASI Bone memasang sasaran realistis namun menantang. “Target kami dua medali emas. Potensi emas ada di nomor 400 meter dan 800 meter,” tegas Keng dengan optimistis.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bone Drs. Asiswa Karim menegaskan bahwa kehadirannya dalam seleksi ini merupakan bagian dari agenda pemantauan langsung KONI terhadap seluruh cabang olahraga.
“Saya hadir untuk memantau agenda penetapan tim bayangan menjadi tim inti. Atlet memang diuji, terutama dari sisi waktu dan kesiapan. Dari sini dikrucutkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa waktu persiapan menuju Porprov tidaklah panjang. “Waktunya sudah tidak terlalu lama lagi. Karena itu kami dari KONI terus mendorong agar latihan semakin maksimal. PASI punya target dua emas, dan harapan kami bersama masyarakat, ada lompatan prestasi dari dua menjadi tiga medali emas,” katanya.
Asiswa Karim menutup dengan pesan penting bagi para atlet. “Kunci utamanya adalah kedisiplinan. Dengan disiplin dan kerja keras, kami berharap atlet-atlet PASI Bone bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Bone di Porprov 2026.”
Seleksi di Stadion Lapatau ini menjadi langkah awal yang menentukan, sekaligus cerminan tekad PASI Bone untuk tampil lebih kompetitif dan berprestasi di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. (*)



Tinggalkan Balasan