BONE–Menjelang akhir tahun 2025, komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam membangun generasi sehat dan berkualitas kembali ditunjukkan. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM secara langsung menyerahkan Makanan Tambahan Berbasis Protein Hewan kepada kelompok rentan gizi di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur (TRT), Kamis, 25 Desember 2025.
Program ini menyasar Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK), ibu hamil berisiko KEK, baduta gizi kurang, baduta berat badan kurang, serta baduta dengan berat badan tidak naik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bone dalam pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., AKp., M.Si., MH, menjelaskan bahwa di wilayahnya telah disalurkan 4.233 rak telur sebagai makanan tambahan berbasis protein hewani. Bantuan tersebut dibagikan di 8 kelurahan dengan total 1.411 penerima manfaat, yang terdiri dari ibu hamil, balita, dan baduta menyusui.
“Bantuan ini bersumber dari anggaran kecamatan dan kelurahan. Walaupun Kecamatan Tanete Riattang Timur saat ini berada pada status zero stunting, keseriusan pemerintah tetap ditunjukkan melalui upaya pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Ia menegaskan, ibu hamil menjadi sasaran utama karena berada pada fase paling rentan dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Intervensi gizi sejak masa kehamilan dinilai sangat krusial untuk memutus mata rantai stunting.
Lebih jauh, pemberian makanan tambahan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan kemiskinan ekstrem, serta pencegahan gizi buruk. Hal tersebut sejalan dengan komitmen kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin melalui tagline BerAmal.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menegaskan bahwa program makanan tambahan ini sengaja digencarkan sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Bone Zero Stunting.
“Kita ingin Bone benar-benar zero stunting. Karena itu, langkah konkret yang kita lakukan adalah pemberian makanan tambahan. Saya minta bantuan ini benar-benar dikonsumsi, agar gizi ibu dan anak kita terjaga,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa hingga kini masih terdapat beberapa desa dan kelurahan di Bone yang memiliki kasus stunting. Namun demikian, wilayah yang telah zero stunting pun tetap menjadi perhatian melalui upaya pencegahan berkelanjutan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Wilayah yang masih ada stunting kita tangani, sementara yang sudah zero kita jaga agar tidak kembali muncul,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bone menutup tahun 2025 dengan pesan kuat: pembangunan manusia dimulai dari pemenuhan gizi sejak dini, demi masa depan Bone yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (*)



Tinggalkan Balasan