BONE– Pemerintah Kabupaten Bone menyerahkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan Opla Rawa Tahun 2024–2025 Rabu, 24 Desember 2025. Momentum ini menjadi tonggak penting penguatan sektor pertanian Bone sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.

Penyerahan alsintan dilakukan langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, disaksikan Ketua Komisi II DPRD Bone Andi Muh. Idris Rahman, perwakilan unsur Forkopimda, serta jajaran Tripika kecamatan lokasi Oplah Rawa.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Nurdin, SP., M.Si, menjelaskan bahwa penyerahan alsintan ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Brigade Pangan sebagaimana arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

“Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional serta mempercepat peningkatan produksi komoditas pangan strategis. Brigade Pangan dibentuk sebagai kelembagaan petani yang profesional, mandiri, dan berorientasi usaha,” ungkap Nurdin.

Ia menegaskan, alsintan yang diserahkan bukan sekadar bantuan, melainkan instrumen kerja untuk meningkatkan indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta mempercepat proses tanam dan panen. Brigade Pangan berperan sebagai pengelola alsintan, pendukung kegiatan budidaya, sekaligus penggerak efisiensi usaha tani di tingkat lapangan.

Adapun bantuan alsintan yang diserahkan meliputi 30 unit combine harvester, 7 unit traktor roda empat, 4 unit drone pertanian, 31 unit traktor roda dua, 26 unit rice transplanter, 12 unit pompa air 6 inci, serta 24 unit crawler.

Dukungan alsintan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Dua Boccoe, Ajangale, Tellu Siattinge, Awangpone, dan Cenrana, sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah serta berkontribusi langsung terhadap target swasembada pangan nasional.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dalam arahannya menegaskan agar alsintan tersebut dikelola dengan baik, dimanfaatkan secara maksimal, serta dirawat sesuai ketentuan.

“Pengelolaan harus tertib administrasi, transparan, dan berkelanjutan. Ini tidak boleh diperjualbelikan. Boleh disewa berdasarkan kesepakatan kelompok. Kerja harus berkelompok, jangan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa total alokasi anggaran alsintan yang masuk ke Kabupaten Bone mencapai Rp43 miliar, termasuk bantuan benih jagung, padi, serta berbagai dukungan sektor pertanian lainnya.

“Pertanian adalah pembangunan daerah. Jangan takut kotor. Kita punya 120 ribu hektare panen. Tahun depan kita berupaya lagi, agar brigade pertanian benar-benar meningkatkan produksi. Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya dan perbanyak bersyukur,” pesan Bupati.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bone Andi Muh. Idris Rahman menyebut penyerahan alsintan kali ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah pertanian di Kabupaten Bone.

“Saya sudah 20 tahun bermitra dengan dunia pertanian. Hari ini saya katakan, ini seperti lailatul qadar bagi petani Bone. Bantuan alsintan terbesar kita terima hari ini. Bayangkan, satu unit combine saja harganya sekitar Rp600 juta,” ujarnya.

Ia berharap dengan dukungan alsintan tersebut, tidak ada lagi padi petani yang rusak atau busuk karena keterlambatan panen.

“Sebagai anggota DPRD Bone, saya berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian RI, Gubernur Sulsel, dan Bupati Bone atas perhatian luar biasa terhadap petani,” tutupnya.

Dengan kolaborasi pemerintah, legislatif, penyuluh, dan petani, Program Brigade Pangan Opla Rawa diharapkan berjalan optimal dan menjadi penggerak utama ketahanan pangan Kabupaten Bone menuju swasembada pangan berkelanjutan. (*)