BONE– Perlahan namun pasti, wajah Kota Watampone terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., semangat pembangunan yang diusung melalui tagline BerAmal diwujudkan dalam langkah-langkah nyata. Salah satu yang paling dirasakan langsung masyarakat adalah pembangunan infrastruktur jalan kota.
Akses jalan yang sebelumnya rusak, berlubang, dan kerap memicu keluhan warga, kini satu per satu berubah wajah. Hamparan aspal hitam mulai menyelimuti ruas-ruas strategis kota, memperlancar arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pemandangan itu tampak jelas di ruas Jalan Petta Ponggawae jalur dua Rumah Jabatan Bupati Bone, yang kini telah mulus beraspal hingga tersambung ke Jalan Ahmad Yani pada Minggu, 21 Desember 2025. Jalan ini menjadi salah satu simbol perubahan, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menata infrastruktur perkotaan.
Sepanjang tahun anggaran berjalan, Pemerintah Kabupaten Bone mengerjakan 16 ruas jalan kota yang tersebar di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Barat. Total panjang jalan yang ditangani mencapai 13,47 kilometer, dengan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah. Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik, melainkan cerminan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas pusat kota dengan kawasan permukiman.
Di Kecamatan Tanete Riattang, sejumlah ruas vital kini tampil lebih representatif, di antaranya Jalan Andi Amir, Jalan Merdeka, Jalan Petta Ponggawae, Jalan Budi Utomo, Jalan Orde Baru, Jalan Karewang, Jalan Bhayangkara, Jalan Andalas, hingga Jalan Sungai Citarum. Jalan-jalan ini merupakan urat nadi aktivitas warga—menghubungkan pusat ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga perkantoran pemerintahan.
Sementara itu, sentuhan pembangunan juga merambah kawasan permukiman padat di Tanete Riattang Barat. Ruas-ruas seperti Jalan Gunung Kinabalu, Jalan Langsat, Jalan Durian, Jalan Mangga, Jalan Pepaya, Jalan Salak, hingga Jalan Bali kini menikmati kehadiran aspal baru. Dampaknya terasa langsung oleh masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas harian, efisiensi waktu tempuh, hingga meningkatnya rasa aman saat berkendara.
Bupati Bone menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan kota tidak berhenti sampai di sini. Program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terukur, dengan mengedepankan prinsip pemerataan, agar seluruh wilayah kota merasakan manfaat pembangunan secara adil dan berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah ini, kepemimpinan BerAmal tidak hanya meninggalkan jejak kebijakan di atas kertas, tetapi juga jejak aspal yang nyata—menghubungkan harapan warga, memperlancar denyut kehidupan kota, dan menguatkan posisi Watampone sebagai pusat pertumbuhan Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan