BONE–Di tengah keterbatasan infrastruktur desa, secercah kepedulian hadir dari sebuah yayasan di Kabupaten Bone. Tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah, Yayasan Haji Ahmad Surur membangun jalan beton menuju Pondok Tahfidz Assurur yang terletak di Desa Pompanua, Kecamatan Ajangale, secara swadaya penuh.

Jalan beton yang dibangun merupakan jalan rintisan dengan panjang awal sekitar 250 meter dan direncanakan bertambah hingga kurang lebih 285 sampai 300 meter. Akses ini menjadi jalur utama menuju masjid dan kawasan Pondok Tahfidz Assurur, yang selama ini cukup sulit dijangkau, terutama saat musim hujan.
Yayasan Haji Ahmad Surur, yang menaungi Lembaga Tahfidz Assurur, menjadi motor utama pembangunan tersebut. Pondok Tahfidz Assurur sendiri mulai berdiri pada tahun 2022, sementara yayasannya telah resmi berbadan hukum sejak 1 Agustus 2021.
“Pembangunan jalan ini bukan menggunakan dana pribadi dan juga bukan dana APBD. Semuanya melalui yayasan. Sifatnya swadaya dan tidak melibatkan iuran masyarakat,” ujar Tahir, pihak pengelola yayasan, Kamis (18/12/2025).
Saat ini, Pondok Tahfidz Assurur membina sekitar 70 santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Makassar, Palu, Ambon, hingga Manado. Para santri tersebut tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan fasilitas mondok dan makan tiga kali sehari secara gratis.
“Di sini khusus tahfidz. Anak-anak mondok dan makan ditanggung sepenuhnya oleh yayasan secara gratis,” ungkap Tahir.
Pembangunan jalan beton ini digagas oleh Haji Faisal Ibrahim Surur, sosok yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan pendidikan dan kegiatan keagamaan. Meski menetap di kawasan Bekasi, Jakarta, sebagian besar hasil usahanya justru disalurkan untuk membangun fasilitas keagamaan di kampung halaman.
Dari sisi teknis, pengerjaan jalan ditangani secara profesional oleh PT Patriot Konstruksi dengan Ahmad Saldi Surur sebagai Project Manager. Sementara itu, pengawasan dilakukan oleh tim konsultan dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang dipimpin Insinyur Farid sebagai team leader.
Pihak yayasan menegaskan, meskipun tidak bersumber dari APBD, pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada standar mutu dan spesifikasi teknis sebagaimana proyek pemerintah daerah.
“Yang terpenting kualitas konstruksi terjaga dan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Total anggarannya sekitar Rp1 miliar, menggunakan dana yayasan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, alat berat berupa ekskavator direncanakan mulai beroperasi di lokasi guna mempercepat proses pengerjaan jalan beton tersebut. Kehadiran akses jalan ini diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas santri, tetapi juga menjadi amal jariyah berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat, sekaligus contoh nyata bahwa pembangunan berbasis kepedulian sosial mampu memberi dampak besar bagi pendidikan dan umat. (*)



Tinggalkan Balasan