BONE–Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. yang mengusung tagline BerAmal, bersiap melakukan langkah tegas dan strategis. Seluruh kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari dinas, badan, hingga para camat, bakal dievaluasi secara menyeluruh melalui evaluasi maraton besok Senin,15 Desember 2025.
Tak main-main, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu melibatkan Tim Evaluator independen dari Makassar, di antaranya Dr. Setiawan Aswad, Andi Kasman, dan Rini, untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif, profesional, dan terukur.
Alat ukurnya jelas dan transparan. Bagi OPD pemangku Pendapatan Asli Daerah (PAD), capaian target pendapatan menjadi indikator utama. Sementara bagi OPD lainnya dan para camat, penilaian difokuskan pada kualitas pelayanan publik serta capaian kinerja sesuai amanah yang diberikan.
Evaluasi ini bukan sekadar formalitas administrasi. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Bupati Bone dalam menentukan nasib para pejabat, tepat di malam pergantian tahun. Apakah tetap dipertahankan, dimutasi, atau bahkan dikenakan sanksi berupa demosi, semuanya bergantung pada kinerja nyata di lapangan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone, Ir. Muh. Angkasa, M.Si., saat dikonfirmasi terkait capaian PAD baik di tingkat dinas, badan, maupun kecamatan, belum dapat membeberkan secara rinci. Menurutnya, data masih dalam proses input dan finalisasi sebagai bahan evaluasi yang akan dilaksanakan Senin (15 Desember 2025).
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan pentingnya evaluasi ini sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada hasil.
“Tim evaluator dari provinsi kami libatkan agar bekerja secara profesional dan objektif. Dengan begitu, kita bisa mengukur sejauh mana kinerja OPD dan para camat yang telah diberikan amanah,” tegasnya.
Evaluasi maraton ini menjadi sinyal kuat bahwa era kepemimpinan BerAmal tidak memberi ruang bagi kinerja biasa-biasa saja. Tahun baru di Bone bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga momentum pembenahan dan penyegaran birokrasi demi pelayanan publik yang lebih baik. (*)



Tinggalkan Balasan