BONE–Dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau seluruh Bupati dan Wali Kota untuk menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan tenaga kependidikan secara serentak pada Selasa, 25 November 2025. Imbauan ini disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten Bone, yang langsung menindaklanjuti dengan pelaksanaan layanan kesehatan bagi para pendidik.
Suasana berbeda tampak di SMA Negeri 13 Bone pada Senin pagi, 24 November 2025. Meski jadwal resmi pemeriksaan serentak ditetapkan satu hari kemudian, SMAN 13 Bone memilih mempercepat pelaksanaannya. Penyebabnya, pada hari H sekolah juga akan menggelar peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 dengan berbagai lomba internal, sehingga pemeriksaan dilakukan lebih awal demi kenyamanan seluruh guru.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bone bersama tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Watampone hadir langsung di sekolah, membawa peralatan medis lengkap untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Para guru, termasuk Kepala UPT SMAN 13 Bone, Drs. Hamzah, MM, menjalani pemeriksaan kesehatan gratis mulai dari tahap screening hingga pemeriksaan lanjutan.
“Kami sangat menyambut baik program pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ini bentuk perhatian nyata dan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap para pendidik, sebagai tindak lanjut imbauan Pemerintah Provinsi Sulsel,” ungkap Drs. Hamzah, MM.
Hamzah menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya dalam momentum peringatan HGN, para guru diberikan layanan kesehatan secara langsung dan tanpa dipungut biaya. Bahkan, tenaga kesehatan mendatangi sekolah sehingga para guru tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan preventif tersebut.
“Pemeriksaan diawali dengan screening kesehatan, mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga lingkar perut. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, kesehatan gigi dan mulut, serta pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pencerahan bagi para pendidik mengenai kondisi kesehatan mereka. Banyak guru yang merasa terbantu karena dapat mengetahui kondisi tubuh secara langsung, terutama untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan yang selama ini diabaikan.
“Dari pemeriksaan ini, kami semakin sadar betapa pentingnya deteksi dini. Selama ini kita sering terlena dengan aktivitas mengajar, hingga lupa memikirkan kesehatan diri,” tuturnya.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada para guru, tetapi juga langkah strategis memastikan tenaga pendidik tetap prima dalam menjalankan tugasnya. Dengan guru yang sehat, kualitas pendidikan pun semakin kuat sejalan dengan semangat peringatan Hari Guru Nasional 2025. (*)


Tinggalkan Balasan