BONE–Kabupaten Bone kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu daerah penyangga pangan terbesar di Sulawesi Selatan. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, sektor pertanian terus bergerak progresif, menjadikan tahun 2025 sebagai momentum membanggakan. Produksi padi melonjak signifikan hingga 168 ribu ton, dari 754.645 ton di tahun 2024 menjadi 923.174 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025. Jika dikonversi ke beras, produksi tersebut naik dari sekitar 433 ribu ton menjadi 529 ribu ton, atau bertambah kurang lebih 96 ribu ton beras.
Angka ini bukan sekadar capaian statistik. Lebih dari itu, hasil tersebut mencerminkan kerja kolektif ribuan petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh elemen pendukung pertanian di Bumi Arung Palakka. Keringat petani, ketekunan penyuluh, serta kebijakan pembangunan pertanian terpadu menjadi satu harmoni yang mendorong terwujudnya lonjakan signifikan ini.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pelaksanaan program Indeks Pertanaman (IP) 300 berjalan sesuai harapan melalui kalender tanam Musim Tanam (MT) 1, 2, dan 3. Program ini menjadi strategi modernisasi pertanian melalui peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun pada lahan irigasi.
Sebagai langkah awal, program ini diterapkan pada lahan irigasi seluas 42 ribu hektare yang diproyeksikan menjadi model percontohan pertanian modern berbasis ekologi di Bone. Tujuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“IP 300 terlaksana sesuai harapan kalender MT 1, 2, 3. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan lahan irigasi di Bone, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegas Bupati Asman.
Program IP 300 tidak hanya berfokus pada kuantitas hasil pertanian, tetapi juga kualitas lingkungan dan kesehatan tanah. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem irigasi, memperbaiki sarana prasarana pertanian, serta mendorong penggunaan teknologi dan inovasi pertanian yang menghadirkan nilai tambah.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai kecamatan, sekaligus mempertegas kontribusi Bone dalam mendukung ketahanan pangan Sulawesi Selatan dan nasional.
Dengan capaian spektakuler tersebut, Bone bukan hanya mempertahankan eksistensinya sebagai lumbung pangan, melainkan menegaskan bahwa masa depan pertanian modern dan berkelanjutan telah mulai tumbuh dari lahan-lahan subur yang digarap penuh semangat oleh para petani di Bumi Arung Palakka. (*)



Tinggalkan Balasan