BONE – Usai mengikuti seluruh rangkaian upacara dan penyerahan remisi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Bupati Bone bersama Wakil Bupati serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau Aula Pameran Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Watampone, Minggu (17/8).

Dalam kunjungan tersebut, beragam produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan dipamerkan. Mulai dari furnitur, kerajinan tangan, hingga produk makanan olahan. Antusiasme jajaran Forkopimda tampak begitu besar, bahkan hampir seluruh karya yang dipamerkan habis terjual. Bahkan pak Bupati Bone memborong produk warga binaan hingga Rp25 juta.

Beberapa hasil karya yang langsung diminati pejabat antara lain sofa besi, sofa kayu, kursi teras, hingga meja makan. Produk olahan berupa tempe buatan warga binaan juga ludes dibagikan kepada para pengunjung.

Bupati Bone menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karya-karya warga binaan tersebut.

“Ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Watampone berjalan dengan baik. Produk yang dihasilkan tidak kalah bersaing dengan yang ada di pasaran. Pemerintah daerah siap mendukung agar karya-karya seperti ini bisa dipasarkan lebih luas, sehingga warga binaan yang bebas nanti sudah memiliki bekal keterampilan dan peluang usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Saripuddin Nakku, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda yang telah memberikan perhatian sekaligus kepercayaan dengan membeli hasil karya warga binaan. Hal ini menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus berkarya, berkreasi, dan membuktikan bahwa meski berada di dalam Lapas, mereka tetap mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” tuturnya.

Dengan terjualnya hampir seluruh produk pameran, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momentum penting memperkuat kolaborasi antara Lapas Watampone, pemerintah daerah, dan masyarakat. Harapannya, upaya ini mampu mendukung reintegrasi sosial serta menumbuhkan kemandirian bagi warga binaan setelah bebas nanti. (*)