BONE– Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) IAIN Bone kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan akademik mahasiswa melalui pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley Sabtu, 2 Agustus 2025. Bertempat di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Kampus II IAIN Bone, kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh 12 peserta dari lintas program studi.
Pelatihan yang digelar pada 2 Agustus 2025 ini menjadi langkah nyata HMPS KPI dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis menyusun karya ilmiah secara sistematis dan profesional. Mendeley, sebagai perangkat lunak manajemen referensi, dinilai sangat relevan untuk memudahkan proses penulisan akademik, khususnya dalam pengutipan dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang studi, tidak hanya dari KPI, tetapi juga dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Hukum Tata Negara (HTN) yang berasal dari Kampus I. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap literasi digital dalam pengelolaan referensi sudah menjadi kebutuhan bersama di lingkungan akademik.
Ariba Azraf, Ketua HMPS KPI, dalam sambutannya menyatakan harapan agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, apalagi saat menyusun tugas akhir atau skripsi. Semoga pelatihan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” ungkapnya dengan semangat.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi langsung dari Wakil Rektor III IAIN Bone, Prof. Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I, yang turut hadir dan menyampaikan sambutan. Ia menekankan bahwa pelatihan seperti ini sangat strategis karena akan berkontribusi pada peningkatan kualitas karya tulis mahasiswa. “Kegiatan ini mendukung visi akademik kampus dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa KPI yang dalam waktu dekat akan menghadapi visitasi akreditasi,” ujarnya.
Dengan berjalannya pelatihan ini, HMPS KPI tidak hanya sukses menggelar kegiatan edukatif, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa dalam menciptakan budaya akademik yang unggul. Diharapkan, langkah ini menjadi awal dari banyak inisiatif serupa yang akan terus mendorong mutu pendidikan di lingkungan IAIN Bone. (*)



Tinggalkan Balasan